PONTIANAK POST- Groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 megawatt di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) memantik optimisme besar warga yang selama bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan listrik dan minimnya infrastruktur dasar.
Bagi masyarakat Desa Batoq Kelo, Kecamatan Long Bagun, proyek bernilai triliunan rupiah tersebut bukan sekadar pembangunan sektor energi, melainkan simbol harapan baru untuk keluar dari keterisolasian yang selama ini membelenggu kehidupan mereka.
Desa yang dihuni sekitar 1.075 jiwa itu hingga kini masih bergantung pada pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas terbatas. Kondisi tersebut membuat penggunaan perangkat elektronik rumah tangga dan fasilitas umum belum dapat berjalan maksimal.
Ketua Adat Kampung Batoq Kelo, Natalius Kandang, mengatakan keterbatasan daya listrik masih menjadi persoalan utama masyarakat setempat.
“Yang ada sekarang PLTS, tapi terbatas sekali pemakaiannya. Kulkas, kipas angin, alat-alat listrik lain banyak yang tidak mampu,” ujarnya saat menghadiri agenda groundbreaking PLTA Batoq Kelo dan Access Road Kaltara di kompleks Kegubernuran Kalimantan Timur, Samarinda, Senin (25/5).
Karena itu, pembangunan PLTA disambut antusias warga. Mereka berharap kehadiran listrik yang stabil selama 24 jam mampu mendukung aktivitas pendidikan, pelayanan pemerintahan kampung, hingga peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kalau listrik bagus, pendidikan bisa jalan lebih baik, kantor-kantor juga hidup. Itu harapan kami,” lanjutnya.
Kepala Kampung Batoq Kelo, Murad, menilai proyek tersebut dapat menjadi momentum percepatan pembangunan kawasan yang selama ini tertinggal dari sisi infrastruktur.
“Kami tentu mendukung. Kami berharap listrik nanti bukan hanya untuk desa, tapi juga ke kota-kota lain, termasuk area yang berdekatan dengan IKN,” katanya.
Selain memenuhi kebutuhan listrik masyarakat setempat, proyek PLTA Batoq Kelo juga diproyeksikan menjadi penopang pasokan energi di wilayah sekitar, termasuk mendukung pengembangan kawasan strategis nasional di Kalimantan. (*)
Editor : Basilius Andreas Gas