"Pemerintah memulai untuk mengontrol segala pergerakan mulai 18 maret 2020 hingga 31 maret 2020. Keputusan ini diambil untuk meredam ancaman yang menimbulkan kebimbangan hingga ke seluruh dunia," ujar Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin dalam pengumuman tertulisnya.
Keputusan ini juga dijabarkan dalam beberapa poin aturan. Diantaranya penutupan seluruh perkantoran, sekolah hingga perguruan tinggi. Mengunci semua pintu masuk dan keluar untuk para pelancong yang berkunjung ke Malaysia.
"Mulai dari kantor, pusat bisnis hingga bandara akan kami tutup. Pasar dan warung yang menjual kebutuhan sehari-hari mendapat pengecualian untuk buka," tambahnya. (ndo) Editor : Shando Safela