General Manager (GM) KPJ Kuching Specialist Hospital Nurhazimah Mahat mengungkapkan, dari empat ribu pasien WNI yang tercatat tersebut, sebagian besar merupakan pasien yang bermasalah pada tulang.
"Kalau masalah tulang itu nanti akan bertemu dengan Dr. Lee Woo Guan, yang merupakan dokter bedah umum ortopedi (tulang), beliau lah pakarnya yang dipraktikkan di Rumah Sakit Spesialis KPJ Kuching,” katanya baru-baru ini.
Selian itu, pihaknya juga terus berkomitmen untuk meningkatkan keunggulan KPJ Kuching Specialist Hospital. Seperti di akhir tahun 2023 ini, bakal dioperasikan sebuah mesin teknologi tinggi untuk memecahkan batu di saluran kencing atau yang sering disebut dengan batu ginjal tanpa harus melakukan operasi. "Hal itu dengan cara menggunakan gelombang kejut untuk memecahkan batu-batu di saluran kencing tersebut. InsyaAllah akhir tahun 2023 ini teknologi itu akan segera beroperasi setelah mendapatkan persetujuan dari pihak kementerian kesehatan,” ujarnya.
Tidak hanya itu, tahun 2023 ini KPJ Kuching Specialist Hospital juga merancang akan membuka pengobatan untuk penyakit kanker. Ia mengatakan, pihaknya sudah menyediakan dua orang dokter spesialis kanker. Namun, sebelum itu, pihaknya masih proses menyediakan kamar untuk pembuatan obat kemoterapi kanker, karena obat kemoterapi khusus kanker itu harus disediakan dalam ruangan yang spesifik khas atau khusus.
“Jadi ini harus mendapatkan kelulusan yang khas juga, maka prosesnya lumayan lama. Ini juga akan kita targetkan beroperasi di akhir tahun 2023, karena kalau kita lihat dari WNI itu ramai yang ingin perobatan untuk kanker,” ujarnya.
Sementara itu, di tempat yang sama, terdapat salah satu pasien WNI yang berasal dari Purwakarta, Jawa Barat. Pria bernama Adji Sudrajat Yahya (55) itu menjalani rawat inap di KPJ Kuching Specialist Hospital karena sakit tulang lutut yang disebabkan oleh asam urat. Dirinya mengakui bahwa penanganan dan pelayanan yang diberikan oleh KPJ Kuching Specialist Hospital sangat baik. “Alhamdulillah, pelayanan di sini sangat baik, semua perawat dan dokternya ramah-ramah,” ucapnya.
Adji mengatakan, dirinya baru pertama kali berobat di KPJ Kuching Specialist Hospital, karena setelah dua kali berobat di Indonesia tetapi tidak ada perubahan. Kemudian dirinya tergerak untuk berobat ke di KPJ Kuching Specialist Hospital setelah mendapatkan informasi testimoni dari pasien lain dari WNI yang merupakan kerabatnya juga. "Jadi, awalnya saya dapat informasi testimoni teman dari Bandung yang sudah belasan tahun sakit, setelah berobat dari sini hasilnya bagus. Jadi saya tertarik untuk berobat ke sini juga,” tutupnya. (azk) Editor : Shando Safela