Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Rudal Hantam RS Indonesia di Gaza, Israel Terus Gencarkan Serangan

Syahriani Siregar • Senin, 9 Oktober 2023 | 12:44 WIB
Sejumlah gedung-gedung di Kota Gaza hancur akibat serangan rudal Israel, Minggu (8/10). Sebanyak 370 orang tewas dan 2.200 lainnya luka-luka menyusul serangan Israel di wilayah ini.
Sejumlah gedung-gedung di Kota Gaza hancur akibat serangan rudal Israel, Minggu (8/10). Sebanyak 370 orang tewas dan 2.200 lainnya luka-luka menyusul serangan Israel di wilayah ini.

KOTA GAZA - Pesawat tempur Israel mengebom sejumlah lokasi di Jalur Gaza yang terkepung, menurut saksi mata pada Minggu dan terus melanjutkan serangan semalaman.

Sejumlah saksi mengatakan kepada Anadolu bahwa pesawat tempur mengebom lokasi militer milik kelompok Palestina di Gaza barat, serta rumah-rumah dan bangunan publik di kota Beit Hanoun dan lokasi lain di Gaza selatan dan tengah.

Lokasi tersebut termasuk kantor pejabat Hamas di Gaza, Yahya al-Sinwar, di kawasan En-Nasr, Stadion Palestina dan bangunan Bank Nasional Islam, juga Production Bank.

Angkatan Laut Israel juga mengebom besar-besaran wilayah dekat pesisir.

Seorang koresponden kantor berita resmi Palestina WAFA mengatakan, setidaknya satu rudal Israel menghantam Rumah Sakit Indonesia di Beilt Lahiya. Akibat serangan yang dilakukan Israel terhadap rumah sakit di Jalur Gaza utara tersebut, seorang petugas medis dinyatakan tewas.

Serangan tersebut juga melukai sejumlah orang lainnya, dan merusak peralatan penting rumah sakit.

Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza telah beroperasi sejak Desember 2015, dibangun menggunakan dengan dana yang berasal dari sumbangan masyarakat Indonesia.

Fasilitas kesehatan itu memiliki kapasitas 110 tempat tidur dan menyediakan berbagai layanan kesehatan, termasuk layanan rawat inap, ruang operasi, ICU dan gawat darurat.

Empat warga Palestina sebelumnya juga dinyatakan tewas dalam serangan Israel di utara dan tengah Jalur Gaza, menurut laporan WAFA.

Serangan Israel itu merupakan balasan terhadap serangan faksi-faksi Palestina di Jalur Gaza yang menembakkan rentetan roket ke wilayahnya pada Sabtu pagi waktu setempat.

Kementerian Luar Negeri Palestina pada Sabtu meminta pertemuan darurat tingkat menteri Liga Arab untuk membahas eskalasi konfliknya dengan Israel.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian itu mengatakan telah memerintahkan perwakilan tetap Palestina di Liga Arab untuk meminta pertemuan tingkat menteri.

Langkah itu diambil mengingat "agresi Israel terhadap warga Palestina meningkat", kata pernyataan itu.

Kelompok Hamas meluncurkan serangan mengejutkan pada Sabtu terhadap Israel dengan meluncurkan roket dan menyusupkan puluhan petempur ke kota-kota Israel di dekat Jalur Gaza.

Serangan itu menyebabkan lebih dari 300 warga Israel tewas dan 1.500 lainnya terluka, sementara beberapa tentara Israel dan warga sipil ditangkap oleh Hamas dan dibawa ke Gaza.

Israel kemudian melakukan serangan balasan melalui udara ke Jalur Gaza, yang menewaskan lebih dari 250 warga Palestina dan melukai 1.778 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Di hari kedua serangan, jumlah warga Palestina yang meninggal mencapai lebih dari 370 orang.

Serangan Israel terhadap Kota Gaza mendapat tanggapan beragam di Indonesia. Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas mengecam keras serangan udara militer Israel yang juga menyasar Rumah Sakit Indonesia di Beilt Lahiya di Jalur Gaza, Palestina, Sabtu (7/10).

“Kami mengutuk keras dari pihak manapun yang mengabaikan hak-hak asasi manusia, kemanusiaan, kemerdekaan,” kata Zulhas di Jakarta, Minggu.

Menteri Perdagangan itu menyebut bahwa serangan tersebut menunjukkan bahwa Israel telah melakukan tindakan yang merampas hak negara untuk merdeka, berdaulat, dan masyarakat untuk hidup.

"Pihak mana pun yang merampas hak negara untuk merdeka, apa lagi hak orang untuk hidup, kami mengutuk keras,” tegasnya.

Anadolu melaporkan, serangan salvo roket ditembakkan dari berbagai lokasi di wilayah yang dikelilingi oleh kelompok militan Palestina di Jalur Gaza.

Namun, sistem pertahanan Iron Dome Israel berhasil menggagalkan serangan itu di beberapa wilayah.

Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata kelompok perlawanan Palestina Hamas, mengumumkan serangan roket ke wilayah musuh, bandara, dan instalasi militer telah dimulai.

"5.000 roket dan peluru ditembakkan dari Gaza menuju Israel dalam 20 menit pertama operasi,” kata Brigade Al-Qassam dalam sebuah pernyataan dikutip pada Sabtu (7/10).

Sementara itu, militer Israel telah menyatakan siap untuk berperang dan memobilisasi tentara-tentara cadangan dalam skala besar sebagai respons atas serangan tersebut.

Wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menyatakan aksi serangan pasukan Hamas ke Israel merupakan bagian dari perjuangan untuk merebut kebebasan dan kemerdekaan.

"Itu suatu tindakan yang luar biasa untuk kebebasan dan sebuah kemerdekaan," kata JK dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

JK yang juga tokoh perdamaian Aceh, Poso, dan Ambon ini menilai serangan Hamas ke Israel merupakan serangan mendadak dan jarang terjadi.

"Ini adalah suatu serangan yang dilakukan kerahasiaan, perencanaan luar biasa dan jarang terjadi," kata Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia itu.

Serangan Hamas di Gaza secara mendadak pada hari Sabtu (7/10) menggempur Israel dari berbagai penjuru, baik udara, darat, maupun laut.

Kejutan yang dirasakan warga Israel itu bersamaan dengan perayaan Simchat Torah, salah satu hari paling menggembirakan dalam kalender Yahudi.

Dalam beberapa laporan, korban tewas di kedua pihak sudah lebih dari 250 orang dan korban luka lebih dari 1.500 orang.

Hal-hal pemicu ketegangan yang telah lama berkecamuk antara Israel dan Palestina.

Masalah perselisihan keduanya di antaranya terkait dengan kompleks Masjidilaksa yang sensitif, yang disucikan oleh umat Islam dan Yahudi serta tetap menjadi inti emosional dari konflik Israel dan Palestina.

Klaim masing-masing pihak atas situs ini, yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Bukit Bait Suci, berujung pada kekerasan sebelumnya, termasuk perang berdarah selama 11 hari antara Israel dan Hamas pada tahun 2021. (ant)

Editor : Syahriani Siregar
#Israel #gaza #palestina #Wafa