Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Berpetualang ke Jurrasic Park di Bengoh Dam Sarawak

Shando Safela • Senin, 19 Februari 2024 | 11:57 WIB

Pemandangan seperti di Jurrasic Park saat tiba di Air Terjun Susung di Bengoh Dam, Sarawak.
Pemandangan seperti di Jurrasic Park saat tiba di Air Terjun Susung di Bengoh Dam, Sarawak.

KUCHING- Sarawak, Malaysia dikenal dengan hutan hujannya yang mirip dengan kondisi geografis di Kalimantan, Indonesia. Kondisi perbukitan di Sarawak, dimanfaatkan pemerintah setempat untuk membuat beberapa bendungan. Salah satu bendungan yang dekat dengan perbatasan Indonesia-Malaysia adalah Bengoh yang kerap disebut Bengoh Dam di Kampung Bengoh.

Pemandangan di sekitar Bengoh Dam sangat indah, namun ada yang lebih menarik di kawasan ini, yaitu komplek air terjun kuno yang kerap dijuluki Jurrasic Park oleh warga setempat. Air terjun yang paling jauh dijangkau adalah Air Terjun Susung. Namun, sebelum mencapai Susung, kita akan melintasi beberapa air terjun yang tak kalah indah.

Pontianak Post telah berkunjung ke sana melalui jalur darat melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia. Berikut laporan lengkapnya.

Perjalanan dimulai dari Pontianak menuju Entikong. Sesampainya di Entikong, tim Pontianak Post menginap untuk persiapan berangkat di pagi hari, sambil mengurus administrasi kendaraan yang akan dibawa masuk ke Malaysia. Untuk membawa masuk kendaraan roda empat ke Malaysia, pastikan surat-menyurat anda lengkap dan pajak kendaraan dalam keadaan hidup. Selanjutnya mengikuti peraturan di Malaysia, kita diwajibkan membayar pajak dan asuransi sebesar 500 ribu rupiah yang berlaku selama 30 hari.

Pemandangan Bengoh Dam dari atas bukit.
Pemandangan Bengoh Dam dari atas bukit.

Tepat pukul 7 pagi, dari penginapan di Entikong, kami berangkat menuju Pos Lintas Batas Negara untuk cap paspor dan masuk ke Wilayah Malaysia di Tebedu. Selanjutnya kami berangkat menuju Bengoh Dam dengan dipandu aplikasi penunjuk jalan. Dari Tebedu, perjalanan ke Bengoh Dam memakan waktu satu jam, dan tepat pukul 9 waktu Malaysia kami tiba di dermaga Bengoh Dam yang berada di atas bukit di pintu bendungan. Bengoh Dam sendiri dapat ditempuh dari Kota Kuching dengan waktu perjalanan 1 jam perjalanan.

Sesampainya di dermaga, kami sudah ditunggu oleh Joe Kasi, anak muda setempat yang bertugas sebagai nahkoda kapal serta guide menuju komplek air terjun. Sebelum menikmati petualangan ini, kita perlu mengeluarkan uang sebesar 50 ringgit Malaysia, atau senilai 165 ribu rupiah per orang sebagai biaya naik speedboat, tiket masuk dan jasa guide perjalanan.

Menaiki speedboat membelah bendungan Bengoh untuk sampai ke kaki bukit menuju air terjun Susung.
Menaiki speedboat membelah bendungan Bengoh untuk sampai ke kaki bukit menuju air terjun Susung.

Joe kemudian menyuruh kami naik ke atas speedboat. Sebelum berangkat, Joe mengingatkan para penumpang untuk membawa keperluan seperti air minum yang cukup. Selanjutnya, perahu kami pun berlayar selama 20 menit membelah bendungan menuju kaki bukit di ujung Bengoh Dam.

Sesampainya di kaki bukit, Joe menambatkan speedboatnya dan menggiring kami bersiap untuk berjalan kaki melintasi beberapa bukit. Sebelum naik, Joe memberikan sedikit instruksi dan mendeskripsikan secara singkat medan yang akan dilalui. Perjalanan sepanjang 2 kilometer akan ditempuh selama 60-90 menit dengan kondisi menanjak namun tidak terlalu berat bagi pemula.

Satu diantara belasan jembatan gantung yang mesti dilewati untuk mencapai air terjun Susung.
Satu diantara belasan jembatan gantung yang mesti dilewati untuk mencapai air terjun Susung.

Sepanjang perjalanan, pemandangan indah disuguhkan sejak 5 menit pertama. Lebih dari 3 air terjun kecil dilewati sebelum mencapai perhentian pertama di Curtain Waterfall. Di sini, kita dapat beristirahat sembari bermain air.

Menikmati Curtain waterfall, sebelum mencapai Susung Waterfall.
Menikmati Curtain waterfall, sebelum mencapai Susung Waterfall.

Perjalanan dilanjutkan menuju air terjun paling ujung, yaitu air terjung Susung. Di tempat inilah yang kerap dinamakan Jurrasic Park oleh warga setempat karena pemandangannya seperti taman purba. Pohon besar berusia ratusan tahun dengan akar besar menjuntai tumbuh alami di sekeliling air terjun Susung. Serangga hingga kupu-kupu beterbangan dengan bebas ditengah suara air terjun yang riuh.

Pontianak Post menghabiskan waktu lama di air terjun Susung, menikmati keindahan alami hutan yang nyaris tak tersentuh manusia.

Air Terjun Susung yang dikelilingi bebatuan dan tanaman purba di Bengoh Dam.
Air Terjun Susung yang dikelilingi bebatuan dan tanaman purba di Bengoh Dam.

Dalam perjalanan pulang, Joe mengajak Pontianak Post untuk berkeliling bendungan. Dari bendungan, tampak Kampung Sting yang berada di puncak bukit di tengah bendungan. Cerita Joe, untuk menuju Kampung Sting, dibutuhkan fisik yang prima, untuk mencapai ke sana, jalan akan menanjak 45 derajat selama 90 menit.

Tepat pukul 3 waktu Malaysia, Joe mengantar tim Pontianak Post ke dermaga, kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke perbatasan. Pukul 4 waktu Indonesia, tim Pontianak Post sudah kembali ke Entikong, wilayah Indonesia. (ndo)

Editor : Shando Safela
#Bengoh Dam #Sarawak Tourism Board #Sarawak #malaysia