Meski ditemukan sejumlah kekurangan, Menag memastikan bahwa semua fasilitas untuk jemaah haji (CJH) Indonesia sudah baik. Bahkan lebih baik ketimbang tahun lalu.
”Segala upaya sudah kami lakukan. Kami juga sudah cek semua fasilitas. Banyak perubahan yang dilakukan mashariq (penyedia layanan haji jemaah Indonesia yang ditetapkan Arab Saudi, Red). Sekarang tinggal Bismillahi Tawakkaltu Alallah. Kita bertawakal kepada Allah. Semoga layanan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan makin baik,” katanya.
Dalam pengecekan yang berlangsung pada Selasa (11/6) petang waktu Arab Saudi (WAS) itu, yang pertama didatangi adalah Arafah.
Di sana rombongan Menag memeriksa hampir semua fasilitas. Secara umum, Yaqut menyebut fasilitas sudah baik.
Salah satunya, ketersediaan MCK. Selain jumlahnya lebih banyak dibanding tahun lalu, space-nya juga lebih luas.
Meski demikian, Yaqut sempat mendapati kekurangan pada toilet-toilet yang diperiksa.
Mulai semprotan air yang kurang kuat hingga keran jet washer di sejumlah toilet yang tertutup.
Dia meminta semua kekurangan itu diselesaikan sebelum jemaah haji Indonesia masuk Arafah untuk wukuf. ”Namun, secara umum sudah baik,” ujarnya.
Pembenahan juga dilakukan terhadap kualitas tenda penginapan bagi jemaah di Arafah.
Tahun ini Kemenag menyiapkan tenda-tenda dengan spek yang lebih bagus. Salah satunya berada di maktab 39 yang dicek Menag.
Kualitas tenda-tenda di maktab ini memang lebih representatif. Atap dan dindingnya memakai bahan khusus yang memiliki daya serap panas lebih baik.
Selain itu, fasilitas pelengkap sudah disediakan. Mulai colokan listrik hingga charger magnetis untuk pengisian baterai ponsel.
Pada musim haji tahun ini, tenda dengan spek tersebut belum tersedia di semua maktab. Ada 30 ribu jemaah yang bakal menempatinya.
”Sebenarnya tahun ini kami ingin semua tenda bisa seperti ini. Tapi, waktunya tidak cukup. Kami upayakan semoga tahun depan semua tenda jemaah kita sudah seperti ini,” tuturnya.
Persiapan menyambut puncak haji juga dipaparkan Anggota Media Center Kemenag Widi Dwinanda di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta kemarin (12/6).
Dia menjelaskan layanan vital diantaranya adalah transportasi. Yaitu kesiapan armada bus yang membawa jemaah dari hotel di Makkah menuju Arafah.
Dia mengatakan sejak 11 Juni lalu, layanan bus salawat yang melayanan jemaah dari hotel ke Masjidilharam dihentikan sementara.
"Semua bus ditarik pengelola, untuk dimaksimalkan melayani pengangkutan jemaah menuju Arafah," tuturnya. Nanti setelah puncak haji, layanan bus salawat kembali normal.
Berikutnya Widi menjelaskan layanan katering. Dia mengatakan selama masa Armuzna, jemaah akan mendapatkan 15 kali makan dan 1 snack berat..
Sebanyak enam makan diantaranya, disajikan dalam bentuk makanan siap saji. Sisanya disajikan dalam bentuk hidangan segar atau fresh meal.
Selama masa puncak haji, dibuka dapur khusus di Arafah untuk suplai katering jemaah.
Widi lantas menyampaikan kesiapan tenda jemaag. "Menteri Agama sudah melakukan pengecekan langsung," katanya.
Seluruh tenda sudah siap. Nantinya jemaah juga mendapatkan fasilitas AC, kasur, dan selimut.
Jemaah nanti akan menempati sebanyak 1.169 unit tenda di Arafah. Tenda ini tersebar di 73 maktab.
Data lain yang dia sampaikan adalah total jemaah wafat sampai saat ini 98 orang.
Perinciannya adalah sebanyak 69 orang meninggal di Makkah dan ada 18 orang meninggal di Madinah.
Kemudian ada 8 orang meninggal di embarkasi dan 3 orang meninggal di bandara.
Widi menyampaikan, Kemenag terus mengimbau jemaah mempersiapkan diri lahir dan batin menjalani rangkaian puncak haji.
Untuk persiapan fisik, jemaah harus menjaga kebugaran tubuh dengan makan yang teratur dan tepat waktu serta istirahat yang cukup.
"Aktivitas ibadah dapat dilakukan di hotel dan membatasi bepergian ke luar hotel," tuturnya. (ris/wan/c14/oni)
Editor : Syahriani Siregar