Tahap pertama, mereka akan melaksanakan wukuf di padang Arafah yang dimulai sore nanti waktu Indonesia.
Sejak kemarin (14/6) para jemaah dari seluruh dunia berdatangan ke Arafah.
Berdasar keterangan otoritas berwenang Arab Saudi, tahun ini diperkirakan lebih dari dua juta jemaah akan menjalankan rukun Islam kelima itu, tak terkecuali para calon jemaah haji (CJH) Indonesia.
Tercatat, sebanyak 213.275 CJH dari tanah air telah tiba di Arafah dini hari tadi. Mereka menempati 1.169 tenda yang ditempatkan di 73 maktab.
’’Seluruh jemaah akan menempati tenda masing-masing. Menunggu pelaksanaan wukuf besok (hari ini, Red),’’ kata Kepala Satgas Arafah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Ali Machzumi.
Sesuai tahapan yang sudah ditentukan, seluruh jemaah haji akan melaksanakan ibadah puncak haji hingga 13 Zulhijah (19 Juni).
Dimulai wukuf di Arafah, mabit (bermalam) di Muzdalifah, serta melaksanakan mabit di Mina dan lempar jumrah selama empat hari.
Sejauh ini, persiapan yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) RI bagi para CJH Indonesia menjelang puncak haji berjalan lancar.
Meski demikian, sejumlah dinamika masih muncul hingga fase pemberangkatan jemaah ke Arafah.
Salah satunya masih ada jemaah yang belum memperoleh kartu nusuk atau smart card, yang menjadi tiket masuk ke Arafah.
Berdasar data terakhir, dari 242 ribu jemaah Indonesia, sekitar 7 ribu jemaah yang belum mengantongi kartu nusuk.
Situasi itu sempat menjadi atensi. Sebab, jemaah bakal kesulitan untuk masuk Arafah.
Namun, perkembangan terakhir, Kemenag memastikan masalah itu sudah ada solusinya.
Seluruh jemaah yang belum memiliki kartu nusuk tetap bisa masuk Arafah, namun dengan syarat.
Kepala PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Khalilurrahman menjelaskan bahwa para jemaah yang belum punya kartu nusuk bisa menggunakan visa resmi saat menjalani pemeriksaan dari petugas mashariq (penyedia layanan haji yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi).
’’Meskipun tidak punya smart card, sepanjang mereka punya visa dan resmi, pihak mashariq menjamin tetap bisa ke Arafah,’’ ujarnya.
Pasca pemberlakuan kartu nusuk, skema pemberangkatan para CJH memang lebih ketat. Saat hendak naik bus, semua jemaah menjalani scan kartu.
Jika kartunya terverifikasi, jemaah boleh masuk. Setelah itu, pintu bus lantas disegel dulu sebelum berangkat.
Dinamika lain yang terjadi menjelang pelaksanaan puncak haji di Arafah adalah mulai masuknya orang-orang tak dikenal ke Arafah. Tak terkecuali ke tenda-tenda milik CJH Indonesia.
Bahkan, kemarin (14/6) pagi waktu setempat, petugas Satgas Arafah PPIH Arab Saudi sempat mendapati sejumlah warga asing tengah berada di tenda-tenda yang digunakan CJH.
Selain itu, ada pula yang berada di tenda kesehatan maktab Indonesia. (*/c17/bay)
Editor : Syahriani Siregar