PONTIANAK - Indonesia kini resmi menjadi anggota penuh BRICS, sebuah kelompok antarpemerintah yang berfokus pada kerja sama ekonomi dan politik global.
Pengumuman resmi disampaikan oleh Brasil pada Senin, 6 Januari 2025, menandai babak baru dalam hubungan internasional Indonesia.
Apa Itu BRICS?
BRICS adalah singkatan dari Brazil, Rusia, India, China, dan South Africa (Afrika Selatan).
Kelompok ini awalnya terbentuk pada 2009 sebagai forum kerja sama ekonomi dan politik antarnegara dengan ekonomi yang berkembang pesat.
Tujuan utamanya adalah meningkatkan kolaborasi ekonomi, memperkuat pengaruh di panggung internasional, dan menciptakan keseimbangan dalam tatanan dunia yang sebelumnya didominasi oleh Barat.
Sejarah Terbentuknya BRICS
Istilah BRIC pertama kali muncul pada tahun 2001, diperkenalkan oleh Jim O’Neill, Kepala Riset Ekonomi Global di Goldman Sachs.
Ia memprediksi bahwa Brazil, Rusia, India, dan China berpotensi mendominasi ekonomi global di abad ke-21.
Pada 2006, para Menteri Luar Negeri dari empat negara tersebut mengadakan pertemuan informal di sela-sela Sidang Umum PBB untuk membahas peluang kerja sama.
Empat tahun kemudian, Afrika Selatan bergabung, mengubah sebutan BRIC menjadi BRICS.
Pada 2009, pertemuan resmi pertama BRICS diadakan di Yekaterinburg, Rusia.
Pertemuan tersebut menandai awal resmi berdirinya organisasi ini sebagai platform strategis untuk memperkuat kolaborasi ekonomi dan politik di antara negara-negara anggotanya.
Daftar Negara Anggota BRICS
Saat ini, BRICS telah berkembang menjadi kelompok dengan 10 negara anggota, yaitu:
- Brasil
- Rusia
- India
- China
- Afrika Selatan
- Mesir
- Ethiopia
- Iran
- Arab Saudi
- Uni Emirat Arab (UAE)
Negara lain, termasuk Indonesia, sebelumnya masih menunggu persetujuan dari anggota tetap sebelum resmi bergabung.
Kini, dengan status penuh sebagai anggota, Indonesia memiliki kesempatan besar untuk berkontribusi dalam agenda global BRICS.
Peran BRICS dalam Tatanan Dunia
- Menciptakan Keseimbangan Global
Salah satu peran utama BRICS adalah menciptakan keseimbangan dalam tatanan dunia yang selama ini lebih dominan di tangan negara-negara Barat.
BRICS menjadi platform bagi negara berkembang untuk menyuarakan kepentingan mereka di tingkat global.
- New Development Bank (NDB)
Pada 2014, BRICS mendirikan New Development Bank (NDB), sebuah lembaga keuangan yang fokus pada pembangunan infrastruktur.
NDB didanai dengan modal awal sebesar USD 10 miliar dari masing-masing negara anggota.
Bank ini memberikan pinjaman kepada negara anggota maupun negara berkembang lain yang membutuhkan bantuan pembangunan.
Baca Juga: Polres Mempawah Gelar Rakor Satgas Ketahanan Pangan
- Mengatasi Tantangan Global
BRICS juga aktif dalam mencari solusi untuk tantangan global, seperti perubahan iklim dan pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19.
Dalam beberapa kesempatan, negara anggota BRICS mengeluarkan pernyataan bersama (joint statement) untuk merespons isu-isu global tersebut.
Masa Depan BRICS dan Peran Indonesia
Dengan bergabungnya Indonesia sebagai anggota penuh, BRICS diharapkan dapat semakin memperkuat kolaborasi global yang inklusif.
Keanggotaan ini membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama di bidang ekonomi, politik, dan pembangunan.
Selain itu, posisi Indonesia di BRICS juga memungkinkan negara ini memainkan peran lebih aktif dalam menentukan arah kebijakan global di masa depan. (mif)
Editor : Miftahul Khair