Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ditemani Netanyahu, Trump Ngotot Ambil Alih Gaza, Hamas dan PLO Menolak Keras

A'an • Kamis, 6 Februari 2025 | 10:22 WIB

 

SAHABAT BAIK: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa (4/2).
SAHABAT BAIK: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa (4/2).

PONTIANAK POST – Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghasilkan keputusan kontroversial. Dalam konferensi pers di Gedung Putih didampingi Netanyahu, Trump tidak malu-malu menyampaikan ambisinya untuk mengambil alih Gaza, wilayah milik Palestina.

’’AS akan mengambil alih Jalur Gaza dan kami juga akan melakukan pekerjaan di sana,’’ kata Trump dalam pernyataan Selasa (4/12) waktu AS, dilansir AFP, kemarin (5/12).

Trump yang mengklaim berjasa atas gencatan senjata Israel dengan Hamas sepekan sebelumnya mengungkap gagasan ingin merelokasi warga Gaza ke Mesir dan Yordania. Gagasan itu ditolak Palestina, termasuk Mesir dan Yordania. Namun, Trump bak kepala batu. Setelah bertemu Netanyahu, dia tetap bersikukuh dengan idenya.

’’Jika diperlukan, kami akan mengambil alih bagian itu. Kami akan mengembangkannya, menciptakan ribuan lapangan pekerjaan, dan itu akan menjadi sesuatu yang bisa membuat seluruh Timur Tengah bangga,’’ imbuh Trump. Dia optimistis langkah yang diambilnya akan membawa stabilitas di Timur Tengah.

Ketika ditanya siapa yang akan tinggal di sana, Trump mengatakan tempat itu bisa menjadi rumah bagi ’’masyarakat dunia’’. Trump memuji wilayah sempit itu sebagai wilayah yang berpotensi menjadi ’’Riviera Timur Tengah’’. Di sesi yang sama, Netanyahu memuji Trump sebagai sahabat terbaik Israel sepanjang sejarah.

Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengecam keras ide Trump. Menurut dia, jika warga Gaza dipaksa pindah, hal itu termasuk pengusiran dari tanah mereka. ’’Kami menganggap sebagai cara menciptakan kekacauan dan ketegangan di wilayah tersebut,’’ ujarnya. Dia menegaskan bahwa rakyat Gaza tidak akan membiarkan langkah AS.

Dilansir The Guardian, Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Hussein Al Sheikh menolak semua seruan pemindahan rakyat Palestina dari tanah air mereka.

’’Pimpinan Palestina menegaskan posisi tegasnya bahwa solusi dua negara, sesuai dengan legitimasi dan hukum internasional, adalah jaminan keamanan, stabilitas, dan perdamaian,’’ katanya melalui X.

Trump juga mengklaim Arab Saudi setuju dengan ide tersebut. Namun, hal itu dibantah pemerintah Arab. Mereka menegaskan tidak akan melakukan hubungan dengan Israel tanpa komitmen kemerdekaan Palestina.

Baca Juga: Sarawak Malaysia Terendam Banjir, 6.597 Korban Mengungsi

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan penolakan kebijakan yang merugikan hak rakyat Palestina. Mulai dari kebijakan permukiman Israel di Gaza, aneksasi tanah Palestina, hingga penggusuran rakyat Palestina dari Gaza. (lyn/c6/bay)

Editor : A'an
#gaza #donald trump #netanyahu #hamas