Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Dua Pulau Tak Berpenghuni Terkena Dampak Tarif Trump, Kunjungan Terakhir 10 Tahun Lalu

Hanif PP • Jumat, 4 April 2025 | 08:40 WIB
TAK BERPENGHUNI: Hanya penguin yang meninggali Pulau Heard. Pulau tak berpenghuni yang berada dekat kutub selatan ini pun terdampak kebijakan tarif Donald Trump.
TAK BERPENGHUNI: Hanya penguin yang meninggali Pulau Heard. Pulau tak berpenghuni yang berada dekat kutub selatan ini pun terdampak kebijakan tarif Donald Trump.

Di Pulau Heard dan McDonald hanya ada bongkahan es dan penguin. Anehnya, data Bank Dunia yang dijadikan dasar kebijakan Donald Trump menyebut AS mengimpor jutaan dolar dari dua pulau milik Australia itu, tanpa dijelaskan apa persisnya barang yang dimaksud.


PONTIANAK POST -  Tak mudah sampai ke dua pulau dekat kutub selatan itu. Perjalanan dengan kapal dari Perth, Australia, bisa memakan waktu dua pekan. Pulau Heard dan Pulau McDonald, nama dua pulau tersebut, termasuk wilayah paling terpencil di bumi. Secara administratif, keduanya termasuk wilayah terluar Australia.

Mengutip The Guardian, tak ada orang yang menghuni gugusan pulau tersebut. Hanya ada bongkahan es dan penguin. Bahkan, kunjungan terakhir orang ke sana tercatat 10 tahun silam.

Toh keduanya tetap tak imun dari ”amukan” Donald Trump. Dalam daftar negara yang terkena kebijakan baru yang dirilis presiden Amerika Serikat tersebut pada Rabu (2/4) malam waktu Washington DC, keduanya dikenai tarif barang 10 persen.

”Benar-benar tak ada tempat yang aman di bumi ini,” seloroh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyikapi kebijakan Trump tersebut kemarin (3/4).

Pulau terluar Australia lainnya yang juga terkena dampak kebijakan tarif Negeri Paman Sam itu adalah Pulau Cocos (Keeling), Pulau Christmas, dan Pulau Norfolk. Tak seperti Heard dan McDonald, pulau-pulau tersebut berpenghuni.

Norfolk, misalnya, yang berjarak 1.600 kilometer barat laut Sydney terkena tarif yang lebih tinggi 19-29 poin dari semua tempat lain di Australia. Pada 2023, menurut data Observatory of Economic Complexity, dari Norfolk diekspor sepatu kulit senilai USD 655.000 ke AS.  

Tapi, Administratur Pulau Norfolk George Plant membantah data tersebut. ”Tak ada siapa pun yang mengekspor barang dari Norfolk ke AS dan tak ada pula kebijakan tanpa tarif atau non-trade barriers untuk semua barang yang masuk ke Norfolk,” ujar Plant.

Albanese menambahkan, Pulau Norfolk jelas bukan kekuatan ekonomi yang menjadi kompetitor AS. ”Dengan dikenai tarif 29 persen itu menunjukkan fakta kalau tak ada tempat yang aman di bumi ini,” katanya.

Yang jauh lebih aneh adalah Heard dan McDonald bisa masuk daftar Trump. Keduanya memang punya kekayaan perikanan, tapi tak ada bangunan di sana, apalagi industri. Tak ada pula manusia yang menghuninya.

Menurut The Guardian, kebijakan Trump atas dua pulau itu didasarkan pada data Bank Dunia yang menyebutkan bahwa AS mengimpor produk dari Heard dan McDonald senilai USD 1,4 juta pada 2022. Dalam lima tahun sebelumnya, angka impor AS dari dua pulau dekat Antartika tersebut tercatat bervariasi dari USD 15 ribu ke USD 325 ribu per tahun.

Hampir semua angka itu untuk impor ”mesin dan listrik”. Tapi, tak jelas apa persisnya barang yang dimaksud. Dan, kalau pemerintahan lokal serta federal Australia sudah tegas membantah, patut dipertanyakan pula dari mana angka-angka itu berasal. (ttg)

Editor : Hanif
#kutub selatan #mcdonald #donald trump #bongkahan es #bank dunia #penguin