Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pertempuran Udara India-Pakistan Memanas, Jadi Atensi Militer Dunia

Miftahul Khair • Sabtu, 10 Mei 2025 | 13:04 WIB
Penduduk desa menunjukkan serpihan pesawat yang jatuh di Desa Wuyan, sekitar 19 kilometer dari Srinagar, Kashmir.
Penduduk desa menunjukkan serpihan pesawat yang jatuh di Desa Wuyan, sekitar 19 kilometer dari Srinagar, Kashmir.

 

 

PONTIANAK POST  – Penduduk Desa Jethuwal, Amritsar, India menemukan serpihan logam berserakan di sebuah ladang pertanian pada Kamis (8/5) waktu setempat. Serpihan itu diduga sisa rudal 48N6, komponen utama sistem pertahanan udara canggih S-400 milik India.

Seperti dilaporkan OpIndia dan The Times of India kemarin (9/5), S-400 India buatan Rusia telah menembak jatuh tiga jet tempur Pakistan. Yakni, satu unit F-16 buatan AS dan dua unit JF-17 Thunder buatan Pakistan-Tiongkok. Ketiga jet tempur Islamabad itu ditembak jatuh di wilayah Jammu, Punjab, dan Rajasthan.

S-400 India juga dilaporkan berhasil menghancurkan pesawat nirawak dan rudal Pakistan yang tersebar di 18 distrik.

S-400 disebut sebagai salah satu sistem pertahanan udara tercanggih di dunia. Dikembangkan oleh perusahaan Almaz-Antey Rusia, rudal 48N6 dari S-400 memungkinkan untuk menyerang target pada jarak hingga 250 kilometer dan ketinggian mencapai 27 kilometer. India mulai menggunakannya pada 2021.

Sebelumya, Pakistan mengklaim telah menembak jatuh lima jet tempur India. Masing-masing tiga jet Rafale buatan Prancis, satu MiG-29 Fulcrum (buatan Rusia), dan satu Su-30MKI Flanker-H (kerja sama Rusia dan India). Islamabad melakukannya hanya dengan jet tempur J-10 buatan Tiongkok.

Pertempuran udara India-Pakistan itu tak pelak menjadi atensi militer dunia. Termasuk negara yang persenjataan militernya digunakan dalam memanasnya eskalasi India-Pakistan seperti Tiongkok, AS, Rusia, dan Prancis.

”Komunitas peperangan udara di Tiongkok, AS, dan sejumlah negara Eropa akan sangat tertarik untuk mencoba dan mendapatkan sebanyak mungkin kebenaran di lapangan tentang taktik, teknik, prosedur, peralatan apa yang digunakan, apa yang berhasil, dan apa yang tidak,” kata Douglas Barrie, peneliti senior bidang kedirgantaraan militer dari International Institute for Strategic Studies. (han/dns)

Editor : Miftahul Khair
#militer #perang #pakistan #india #pertempuran udara