Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kapal Bantuan Kemanusiaan gaza "Madleen" Dicegat Pasukan Israel, 12 Relawan Termasuk Greta Thunberg Ditahan

Miftahul Khair • Senin, 9 Juni 2025 | 13:54 WIB
Video dari Al Jazeera Mubasher menunjukkan awak Koalisi Armada Kebebasan Gaza Madleen mengenakan jaket pelampung dengan tangan terangkat saat kapal akan diserbu oleh pasukan Israel.
Video dari Al Jazeera Mubasher menunjukkan awak Koalisi Armada Kebebasan Gaza Madleen mengenakan jaket pelampung dengan tangan terangkat saat kapal akan diserbu oleh pasukan Israel.

PONTIANAK POST – Kapal Madleen yang sedang menjalankan misi kemanusiaan ke Jalur Gaza, Palestina, dilaporkan dicegat oleh pasukan militer Israel di perairan internasional pada Minggu (2/6). Koalisi Freedom Flotilla menyebut para relawan di atas kapal telah ditangkap.

"SOS! Para relawan di kapal 'Madleen' telah diculik pasukan Israel," tulis Koalisi Freedom Flotilla melalui Telegram.

Sementara itu, Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina, Francesca Albanese, yang sempat berkomunikasi langsung dengan nakhoda kapal menyampaikan bahwa tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.

"Sang nakhoda meminta saya merekam," ungkap Albanese. Ia menambahkan bahwa suara tentara Israel sempat terdengar sebelum sambungan mereka terputus.

"Koneksi saya dengan nakhoda terputus saat ia memberitahu saya bahwa ada kapal lain yang mendekat."

Koalisi Freedom Flotilla mengonfirmasi bahwa kapal Madleen dikepung dan kemudian dinaiki oleh pasukan Israel. Insiden tersebut terjadi ketika kapal masih berada di zona perairan internasional.

Kapal pembawa bantuan untuk Gaza yang ditumpangi Greta Thunberg dan sejumlah aktivis lainnya.
Kapal pembawa bantuan untuk Gaza yang ditumpangi Greta Thunberg dan sejumlah aktivis lainnya.

Cuplikan siaran langsung dari atas kapal memperlihatkan tentara Israel mengarahkan senjata dan memerintahkan para relawan untuk mengangkat tangan.

Kementerian Luar Negeri Israel mengklaim bahwa Madleen telah diperintahkan untuk mengubah jalur karena mendekati wilayah yang mereka sebut sebagai "zona terlarang".

Misi kemanusiaan yang digagas Freedom Flotilla bertujuan untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza dan mengantarkan bantuan penting. Kapal Madleen, sepanjang 18 meter, berlayar dari Pelabuhan San Giovanni Li Cuti, Catania, Italia, sejak 1 Juni.

Kapal itu membawa barang-barang mendesak bagi masyarakat Gaza, seperti susu bayi, tepung, beras, popok, obat-obatan, alat medis, pemurni air, kruk, hingga alat bantu gerak prostetik untuk anak-anak.

Dalam pelayaran tersebut, terdapat 12 penumpang: 11 aktivis dan 1 jurnalis. Beberapa di antaranya adalah nama-nama yang cukup dikenal secara global, seperti aktivis iklim Swedia Greta Thunberg, anggota Parlemen Eropa berdarah Prancis-Palestina Rima Hassan, dan jurnalis Al-Jazeera Mubasher asal Prancis Omar Faiad.

Turut serta juga aktivis dari berbagai negara lainnya: Yasemin Acar (Jerman), Baptiste Andre, Pascal Maurieras, Yanis Mhamdi, dan Reva Viard (Prancis), Thiago Avila (Brasil), Suayb Ordu (Turki), Sergio Toribio (Spanyol), serta Marco van Rennes (Belanda). (mif/ant)

Editor : Miftahul Khair
#Israel #bantuan kemanusiaan #madleen #Greta Thunberg #gaza #ditangkap #kapal