Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Rudal Iran Tembus Iron Dome, Kemenlu Siapkan Evakuasi WNI Lewat Jalur Darat

Hanif PP • Jumat, 20 Juni 2025 | 09:37 WIB
ILUSTRASI: Rudal supersonik Iran.
ILUSTRASI: Rudal supersonik Iran.

PONTIANAK POST – Gedung-gedung tinggi di Tel Aviv, ibu kota Israel, dirontokkan rudal Iran. Dari video yang ditayangkan Al Jazeera kemarin (19/6), terlihat sebuah rumah sakit dan gedung hunian dengan jendela bolong-bolong, lingkungan sekitar berdebu, dan orang-orang di dalamnya kocar-kacir.

Iron Dome, sistem pertahanan udara Israel, dikenal tangguh. Tapi, berkali-kali sistem ini bisa ditembus rudal atau misil Iran sejak kedua negara terlibat konflik yang dipicu serangan Israel ke Iran pada Jumat (13/6) pekan lalu.

Kemarin (19/6), misalnya, berondongan rudal Iran menyerang beberapa lokasi di Israel. Salah satunya, Rumah Sakit Soroka di Beersheba, bagian selatan Israel, koyak.

Selain itu, gempuran negeri yang beribu kota di Teheran itu juga menghantam enam lokasi lain, termasuk ibu kota Israel Tel Aviv. Petugas tanggap darurat mengatakan, sedikitnya 50 orang terluka. Empat di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Target utama serangan di Beersheba sebenarnya markas besar komando militer, juga kamp intelijen militer di Taman Teknologi Gav-Yam. Kedua fasilitas tersebut berada di sebelah Rumah Sakit Soroka.

Pengamat politik Israel Ori Goldberg menyatakan, Israel ingin mengirimkan pesan bahwa Iran menargetkan rumah sakit. “Penting untuk disebutkan bahwa ada instalasi dan markas yang sangat sensitif di dekat rumah sakit, karena Israel sengaja menempatkan markas militernya di tengah-tengah lingkungan sipil,” katanya.

Israel telah lebih dulu menyasar rumah sakit di Iran. Di Gaza, malah tak terbilang berapa kali pasukan Negeri Yahudi tersebut menghantam pusat medis.

 

Dari Esfahan

Sebagian besar serangan Pasukan Pertahanan Israel menyasar peluncur rudal di Iran Barat. Karena itu, Iran kini mencoba meluncurkan rudal balistik dari wilayah Esfahan di selatan Teheran yang jaraknya sekitar 1.600 kilometer dari Israel.

Karena jarak itu, Iran menggunakan rudal jarak jauh seperti Emad, Ghadr, dan Sejjil-1 yang memiliki jangkauan antara 1.700 hingga 2.000 kilometer. Namun, dua di antaranya, yakni Emad dan Ghadr, memakai bahan bakar cair yang mudah menguap.

Rudal Sejjil-1, yang menggunakan bahan bakar padat, dilaporkan digunakan untuk pertama kalinya oleh Iran pada Kamis WIB (19/6). Rudal tersebut dikembangkan sejak 2021.

India Times menyebut, penggunaan Sejjil dapat menjadi titik balik. “Mesin berbahan bakar padat dari rudal Sejjil ini membuat sistem pertahanan Israel hanya punya waktu sangat sedikit untuk membunyikan peringatan atau memberikan reaksi,” tulis laporan tersebut.

Rudal tersebut juga sangat mudah bermanuver dan dirancang untuk menghindari sistem deteksi musuh. Itu meningkatkan peluangnya untuk menembus Iron Dome.

 

Stok Paling Beragam

Sementara itu, ABC.net.au menyebut, Iran sebagai negara di Timur Tengah yang memiliki persediaan rudal balistik terbesar dan paling beragam. Negeri Para Mullah itu diketahui telah mengembangkan rudal jarak jauh selama beberapa dekade.

Menurut perkiraan AS, Iran memiliki stok sekitar 3.000 rudal balistik. Pada Maret lalu, Kepala Komando Pusat AS Kenneth McKenzie memperingatkan, peningkatan kekuatan rudal yang dimiliki Iran. “Rudal Teheran, dikombinasikan dengan potensi nuklirnya, menimbulkan tantangan yang rumit untuk dicegah,” ujarnya.

 

Tak Bisa Jalur Udara

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bersama KBRI Teheran dan KBRI Amman tengah menyiapkan langkah evakuasi untuk warga negara Indonesia (WNI) di Iran dan Israel. Evakuasi bakal dilakukan lewat jalur darat.

Opsi jalur darat ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam keterangan resminya di sela perjalanan dinasnya ke Rusia mendampingi Presiden Prabowo Subianto, kemarin (19/6). Ia mengatakan, evakuasi tidak bisa dilakukan lewat jalur udara sehingga jalur darat jadi satu-satunya cara.

“Pesawat tidak bisa ke sana, satu-satunya jalur darat,” ujarnya.

Terpisah, Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha mengungkapkan, saat ini langkah-langkah evakuasi tengah disiapkan oleh kementerian dan lembaga terkait yang ada di Indonesia bersama pihak KBRI Teheran dan KBRI Amman.

“Kita sedang melakukan pendataan jumlah warga negara kita yang ingin ikut proses evakuasi. Besok (hari ini), kami update jumlah WNI yang ikut evakuasi karena jumlahnya masih bergerak terus,” paparnya.

Baca Juga: Prestasi Membanggakan: 5 Kapolres di Kalbar Terima Penghargaan Nasional di Musrenbang Polri 2025

Saat ini ada 386 WNI di Iran. Mayoritas berada di Kota Qom sebagai pelajar dan mahasiswa. Selain di Iran, Kemenlu juga menyiapkan langkah evakuasi untuk WNI yang berada di Israel.

Dari data KBRI Amman, ada 11 WNI di Israel yang sudah mengajukan permohonan untuk dievakuasi. Jumlah total WNI di Israel saat ini tercatat sebanyak 194 orang. Mereka mayoritas peserta magang di bidang pertanian di Kota Arafat di bagian selatan Israel. (lyn/mia/ttg)

Editor : Hanif
#tel aviv #Iron Dome #rudal iran #jalur darat #manuver #evakuasi wni