Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ultimatum dari Iran: Ancam AS dan Israel Jika Serangan di Gaza Masih Berlanjut

Miftahul Khair • Jumat, 27 Juni 2025 | 15:29 WIB

SERANG ISRAEL: Gaza kembali diserang secara brutal oleh militer Israel meski gencatan senjata masih berlangsung.
SERANG ISRAEL: Gaza kembali diserang secara brutal oleh militer Israel meski gencatan senjata masih berlangsung.

PONTIANAK POST – Meskipun Iran dan Israel telah menyatakan kesepakatan gencatan senjata, situasi di Timur Tengah masih dipenuhi ketegangan tinggi.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengeluarkan peringatan tegas terhadap Israel dan Amerika Serikat dalam pidato publik yang disiarkan langsung oleh televisi nasional.

Dalam pernyataannya, Khamenei menyampaikan bahwa “semua pangkalan AS di kawasan” dapat menjadi sasaran jika serangan terhadap Gaza terus berlanjut.

Peringatan ini datang menyusul laporan tragis dari Gaza yang kembali dihantam oleh serangan udara Israel pada Jumat pagi. Berdasarkan laporan rumah sakit yang dikutip dari Al Jazeera, sedikitnya 51 orang tewas, termasuk 14 korban di wilayah utara.

“Kami tidak akan diam jika kekejaman ini diteruskan. Kesabaran rakyat Iran ada batasnya,” tegas Khamenei dalam pidatonya. Ia juga memberikan apresiasi terhadap keberanian militer Iran yang sebelumnya meluncurkan rudal ke wilayah Israel, serangan yang diklaim menyebabkan 28 korban jiwa.

Di sisi lain, Iran melaporkan bahwa serangan Israel telah menyebabkan 627 warganya meninggal dunia, dan lebih dari 4.800 lainnya terluka.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza mencatat bahwa korban jiwa akibat konflik yang terus berlangsung kini telah mencapai 56.156 orang, dengan lebih dari 132.000 luka-luka.

Menyikapi perkembangan ini, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan antara pejabat tinggi Amerika dan Iran dalam waktu dekat.

Namun, upaya diplomasi ini dinilai terancam oleh keputusan Dewan Penjaga Revolusi Iran yang menyatakan penghentian kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA)—sebuah sinyal penolakan terhadap tekanan komunitas internasional.

Ketegangan meningkat setelah serangan Israel menghantam kendaraan sipil di al-Mawasi, Gaza selatan—area yang sebelumnya diklaim sebagai “zona aman”.

Serangan tersebut menewaskan lima warga Palestina dan melukai beberapa lainnya. Al-Mawasi telah menjadi target berulang meskipun berstatus sebagai lokasi perlindungan sipil.

Dalam krisis kemanusiaan yang memburuk, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi pengiriman bantuan medis pertamanya sejak 2 Maret ke wilayah Gaza.

Sembilan truk berhasil menyeberang membawa ribuan kantong darah dan unit plasma. Namun, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menekankan bahwa bantuan itu “hanya setetes di lautan penderitaan”.

Empat truk lainnya masih tertahan di perbatasan Karem Abu Salem, sementara korban luka terus berjuang di tengah minimnya fasilitas medis dan kondisi lingkungan yang hancur.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa eskalasi konflik akan benar-benar berakhir. Dunia kini menanti jawaban penting: akankah Iran menepati ultimatum militernya, atau apakah tekanan internasional cukup mampu menghentikan spiral kekerasan yang terus meluas? (mif)

Editor : Miftahul Khair
#Israel #as #serang #gaza #iran #Ultimatum