Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kemlu RI Sebut Belum Ada WNI Jadi Korban Gempa Dahsyat 8,8 SR di Rusia Timur

Miftahul Khair • Rabu, 30 Juli 2025 | 14:24 WIB
Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha.
Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha.

PONTIANAK POST - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 8,8 yang mengguncang wilayah Kamchatka, Rusia Timur, pada Rabu (30/7) pagi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, yang menyebut bahwa hingga saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan perwakilan RI di beberapa negara terdampak, seperti KBRI Moskow, KBRI Tokyo, KJRI Osaka, dan KJRI Los Angeles.

Dari data KBRI Moskow, diketahui ada 53 WNI yang tinggal di wilayah Federal Timur Jauh Rusia.

Daerah yang paling dekat dengan pusat gempa. Berdasarkan komunikasi yang telah dilakukan, seluruh WNI tersebut dalam keadaan aman.

Namun, pihak perwakilan tetap menjalin komunikasi aktif dengan warga dan berkoordinasi dengan otoritas lokal untuk memastikan kondisi tetap terkendali serta memberikan peringatan akan potensi gempa susulan dan risiko tsunami.

Kemlu juga merilis nomor-nomor darurat yang dapat dihubungi oleh para WNI yang berada di wilayah terdampak. KBRI Moskow dapat dihubungi di +7-985-750-24-10, KBRI Tokyo di +81-80-3506-8612 dan +81-80-4940-7419, KJRI Osaka di +81-80-3113-1003, serta KJRI Los Angeles di +1-213-590-8095.

Gempa yang terjadi pada pukul 23:24 GMT itu sempat dilaporkan memiliki magnitudo 7,7 hingga 7,9 oleh sejumlah lembaga, namun setelah dilakukan pemutakhiran, Dinas Geofisika Rusia mencatat magnitudo mencapai 8,5.

Sementara, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) kemudian menetapkan angka final sebesar 8,7 dengan kedalaman 18 kilometer, berlokasi 126 kilometer tenggara Petropavlovsk-Kamchatsky.

Peringatan tsunami kemudian dikeluarkan oleh sejumlah negara. Rusia mencatat adanya gelombang tsunami di Distrik Yelizovo, sedangkan Jepang memperkirakan gelombang hingga tiga meter di wilayah pesisirnya.

Otoritas Amerika Serikat melalui Pusat Peringatan Tsunami Nasional juga mengeluarkan peringatan untuk kawasan Alaska, Hawaii, Guam, hingga pesisir barat AS.

Meskipun Indonesia tidak berada di pusat gempa, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan potensi tsunami di beberapa wilayah pesisir timur Indonesia dengan status waspada.

Namun hingga kini, belum ada laporan kerusakan atau dampak signifikan di wilayah Indonesia maupun informasi adanya WNI yang mengalami kondisi darurat.

Kemlu mengimbau seluruh WNI di negara-negara terdampak untuk terus waspada, mengikuti perkembangan informasi dari otoritas setempat, dan segera menghubungi perwakilan RI terdekat jika membutuhkan bantuan.

Komunikasi akan terus dibuka selama masa pemantauan berlangsung untuk memastikan seluruh warga negara Indonesia berada dalam kondisi aman. (*)

Editor : Miftahul Khair
#Rusia #kementerian luar negeri #wni #gempa #Terdampak