Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Gempa Besar Rusia 8,8 Magnitudo, Sebabkan Waspada Global di Kawasan Pasifik

Hanif PP • Kamis, 31 Juli 2025 | 10:03 WIB
TSUNAMI: Peringatan Tsunami setelah terjadinya dua gempa yang berpusat di lepas pantai pasifik Rusia, kemarin.
TSUNAMI: Peringatan Tsunami setelah terjadinya dua gempa yang berpusat di lepas pantai pasifik Rusia, kemarin.

PONTIANAK POST - Pusat gempanya memang berada di Semenanjung Kamchatka, Rusia. Namun, efek lindu berkekuatan magnitudo 8,8 pada Selasa (30/7) itu dirasakan berbagai negara yang wilayahnya berada di tepian Samudra Pasifik.

Di Indonesia, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) menyatakan bahwa hingga pukul 20.31 tercatat masih terjadi gelombang tsunami di Jayapura, Papua. Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Daryono menambahkan bahwa pada pukul 20.40 juga terpantau tsunami setinggi 21 sentimeter di Bitung, Sulawesi Utara.

"Karena itulah, hingga saat ini BMKG belum berani mengakhiri peringatan tsunami. Gelombang masih terus bergerak," ujarnya.

Sepuluh wilayah di Indonesia yang terdampak tsunami adalah Talaud, Sulawesi Utara; Gorontalo; Halmahera Utara, Maluku Utara; Manokwari dan Sorong Utara, Papua Barat; Raja Ampat, Papua Barat Daya; Biak Numfor dan Supiori, Jayapura; serta Sarmi, Papua. "Untuk daerah sekitarnya yang tidak disebutkan, tetap waspada," ujarnya.

Menurut Daryono, terdapat jeda waktu sekitar 7–8 jam hingga tsunami sampai ke wilayah Indonesia. Dengan gempa dan tsunami di Rusia yang terjadi pukul 06.24, maka tsunami sampai ke Indonesia antara pukul 14.00 hingga 16.30. Pada pukul 15.00, tsunami telah sampai ke Pelabuhan Sarmi, Papua, dengan ketinggian 16 cm.

Daryono mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan ketinggian tsunami yang diprediksi hanya 0,5 meter, sebab tsunami tetap berbahaya. "Pada daerah pantai yang berbentuk corong atau seperti teluk, ketinggian tsunami bisa meningkat," ujarnya.

Apalagi, berdasarkan catatan BMKG terkait gempa dan tsunami Jepang pada 2011, satu orang meninggal dunia di Papua. "Jadi, bisa berdampak berbahaya sebenarnya. Itulah mengapa kami memantau terus," urainya.

 

Kerusakan dan Evakuasi

Mengutip AFP, hingga pukul 18.00 WIB, peringatan tsunami masih terus berkumandang di berbagai kawasan Pasifik. Misalnya, di wilayah seberang lautan Prancis seperti Kepulauan Marquesas Ua Huka, Nuka Hiva, dan Hiva Oa, yang menghadapi potensi tsunami setinggi hingga 4 meter pada pukul 00.57 waktu setempat.

Sementara itu, di Hawaii, Amerika Serikat, peringatan tsunami telah diturunkan. Begitu pula Badan Meteorologi Jepang yang menurunkan peringatan tsunami di sekitar Fukushima, meski di bagian lain Negeri Sakura peringatan masih tetap berlaku.

Di Rusia, tsunami setinggi 4 meter terjadi di beberapa wilayah. Seperti dilansir dari Euronews, Menteri Situasi Darurat Daerah Rusia Sergei Lebedev mengatakan bahwa selain adanya tsunami, dilaporkan juga kerusakan dan evakuasi di sekitar Semenanjung Kamchatka. Masyarakat pun diimbau untuk mengungsi ke dataran tinggi.

Gempa magnitudo 8,8 ini menyebabkan kerusakan bangunan serta pemadaman listrik dan jaringan telepon seluler. Kementerian Kesehatan Rusia mengatakan bahwa ada beberapa warga yang mengalami cedera ringan dan harus dirawat di fasilitas kesehatan. Sampai pukul 21.00, belum ada laporan mengenai cedera serius atau korban jiwa.

Baca Juga: Hilux Terobos Lampu Merah Desa Kapur Akibatkan Tabrakan, Pengemudi Melarikan Diri

Kekuatan Lindu

Gempa bumi ini termasuk salah satu yang terkuat di dunia. Lindu sebelumnya yang terkuat terjadi pada 2011 di Jepang dengan magnitudo 9,0 dan menyebabkan hancurnya PLTN Fukushima Daiichi.

Pada awal bulan ini, lima gempa bumi kuat terjadi di dekat Kamchatka, dengan gempa terkuat berkekuatan 7,4 SR. Gempa ini berkedalaman 20 kilometer dan terjadi 144 kilometer di sebelah timur Kota Petropavlovsk-Kamchatsky.

Sementara itu, wilayah yang diduga sebagai pusat gempa disebut sebagai zona subduksi atau pertemuan dua lempeng tektonik. Profesor riset dari Institut Geofisika Universitas Texas Nathan Bangs menyebut bahwa zona subduksi berpotensi menghasilkan tsunami besar. “Ini serupa dengan zona lain yang telah menghasilkan tsunami besar dalam beberapa tahun terakhir setelah gempa bumi seperti Sumatera pada 2004 dan Tohoku pada 2011,” katanya, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Tak heran jika banyak negara memberikan peringatan evakuasi. Departemen Manajemen Darurat Honolulu di Hawaii mendesak evakuasi penduduk dari beberapa wilayah pesisir.

Gubernur Hawaii Josh Green juga meminta warga untuk tetap waspada. “Kita belum aman. Mohon jangan membahayakan diri sendiri,” kata Green.

Tsunami ini juga diperkirakan datang beberapa kali. Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba mendesak warganya untuk mengungsi dari daerah yang terdampak. Kedatangan gelombang pertama setinggi 30 cm terjadi di Pulau Hokkaido, Jepang utara. (lyn/idr/ttg)

Editor : Hanif
#negara pasifik #Rusia #bmkg #peringatan tsunami #Waspada Tsunami #gempa #Kamchatka #samudra pasifik