PONTIANAK POST – Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel berniat mengambil kendali militer atas seluruh wilayah Jalur Gaza. Rencana tersebut ditolak keras Indonesia yang tetap mendorong solusi dua negara sebagai jalan keluar krisis Palestina–Israel.
Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha C. Nasir menegaskan, tindakan Israel akan membuat perang di Gaza sulit terhenti. Padahal, selama dua tahun agresi militer Israel ke wilayah tersebut, sudah lebih dari 60 ribu warga kehilangan nyawa.
"Langkah (Israel) ini akan semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza, tidak sejalan dengan semangat komunitas internasional untuk menyelesaikan perang Gaza," papar Arrmanatha di Jakarta, kemarin (8/8).
Persetujuan Kabinet
Dikutip dari Al Jazeera, Kabinet Keamanan Israel telah menyetujui rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk pendudukan militer Gaza. “(Militer Israel) bersiap untuk mengambil alih Gaza City, sambil memberikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk sipil di luar zona pertempuran.” Demikian bunyi pernyataan kantor Perdana Menteri Israel kemarin pagi waktu setempat.
Salah satu pejabat Israel yang enggan disebutkan namanya menyatakan, semua warga sipil Palestina akan dipindahkan secara paksa dari Gaza ke kamp pusat dan wilayah lain pada 7 Oktober. Selain itu, akan dilakukan pengepungan terhadap para anggota Hamas yang masih di Gaza.
Sementara itu, Indonesia mengirim bantuan pangan untuk warga Gaza. Bantuan pangan itu dikirim oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kemarin. Total bantuan pangan yang disalurkan mencapai 55 ribu paket. Isinya beras, tepung, mi instan, keju, ikan tuna, biskuit kurma, jus, energy bar, kurma, kacang, serta saus dan bumbu-bumbu.
Ketua Baznas Noor Achmad mengatakan, bantuan pangan itu akan disalurkan lewat Mesir. Baznas bekerja sama dengan tiga lembaga mitra: Bait Zakah, Misr Kheir, dan Shunna’ul Hayah.
Noor merinci, melalui Bait Zakah disiapkan 35.000 paket bantuan pangan yang dimuat dalam 29 kontainer, dengan total nilai sebesar Rp 500 ribu dolar AS. “Sementara itu, masing-masing 8.500 paket disiapkan oleh Misr Kheir dan Shunna’ul Hayah,” katanya.(ygi/wan/lyn/ttg)
Editor : Miftahul Khair