PONTIANAK POST - Gempuran Israel di Gaza terus berlanjut. Beberapa hari terakhir, yang jadi sasaran adalah gedung-gedung bertingkat di bagian barat Gaza. Pihak Israel beralasan gedung-gedung yang dihancurkan adalah fasilitas militer Hamas.
Gedung bertingkat terbaru yang diserang Israel adalah Menara Mushtaha. Serangan dilakukan pada Jumat (5/9) malam waktu setempat.
Berdasar informasi, gedung tersebut dipadati pengungsi. Koresponden Anadolu mengatakan beberapa lantai mengalami kerusakan yang berat. Ini sudah keempat kalinya gedung tersebut diserang sejak Oktober lalu.
Tidak jauh dari Menara Mushtaha, ada Kamp Kteiba, salah satu kamp pengungsian terbesar di Kota Gaza yang ditinggali puluhan ribu pengungsi.
’’Gedung ini bebas dari instalasi militer maupun keamanan dan hanya digunakan sebagai tempat perlindungan bagi warga Palestina yang mengungsi,’’ dalam pernyataan tertulis pengelola menara Mushtaha.
Warga setempat juga terkejut atas klaim Israel. Obadah Saifuddin, salah seorang penghuni Menara Mushtaha kepada Anadolu mengatakan, akibat serangan itu mereka sudah tidak punya rumah lagi.
’’Apa kesalahan kami sampai tentara Israel menghancurkan rumah-rumah kami di depan mata kami,’’ katanya.
Berencana Serang Gedung Lagi
Sementara itu, militer Israel mengumumkan rencana kembali menghancurkan sejumlah gedung bertingkat di Gaza dalam beberapa hari ke depan.
Avichay Adraee, selaku juru bicara militer Israel, mengklaim bahwa intelijen menunjukkan Hamas memiliki infrastruktur militer di dalam gedung tersebut.
Kanal 12 Israel melaporkan Angkatan Udara Israel telah memulai operasi bertahap untuk menghancurkan gedung di seluruh Gaza. Serangan ini menandai meluasnya operasi militer di kota itu.
’’Ada perintah evakuasi, minta warga segera bergerak ke selatan dari Kota Gaza,’’ katanya.
Kelompok Hamas mengecam operasi militer Israel. Sikap Israel itu sebagai tantangan terhadap hukum internasional dan norma kemanusiaan.
’’Ini merupakan pengakuan terbuka atas niat kriminal untuk menghancurkan sebuah kota yang berpenghuni,’’ demikian pernyataan tertulis dari Hamas.
Mereka menduga tujuan operasi ini adalah untuk menekan penduduk kota agar meninggalkan tempat tinggal mereka secara paksa. Mereka menyebut upaya Israel itu sebagai sebuah kebijakan yang tergolong kejahatan terhadap kemanusiaan. (wan/ai)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro