Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Trump Ultimatum Hamas: Terima Gencatan Senjata atau Hadapi Kehancuran Total

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 5 Oktober 2025 | 15:18 WIB

Donald Trump
Donald Trump

PONTIANAK POST - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan ultimatum keras kepada Hamas terkait proposal gencatan senjata dan pertukaran tahanan.

Ia menetapkan batas waktu hingga Minggu (5/10) malam bagi kelompok tersebut untuk menyetujui tawaran yang disebutnya sebagai “kesempatan terakhir” guna mengakhiri konflik di Gaza.

“Jika kesepakatan itu tidak disetujui, kehancuran total yang belum pernah dilihat siapa pun akan menimpa Hamas,” ujar Trump seperti dikutip Anadolu, Jumat (3/10). Ia juga menyerukan kepada warga sipil agar segera meninggalkan wilayah yang disebutnya sebagai “area potensi kematian”.

Pada Jumat malam, Hamas dikabarkan menyampaikan persetujuan terhadap proposal Trump. Mereka menyatakan kesiapan untuk membebaskan seluruh tawanan, termasuk yang telah meninggal, sesuai dengan mekanisme pertukaran dalam proposal tersebut.'

Hamas juga bersedia bernegosiasi mengenai penyerahan administrasi wilayah Gaza kepada badan Palestina yang terdiri atas otoritas independen.

Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan tengah menyiapkan pelaksanaan tahap pertama dari proposal Trump. Rencana berisi 20 poin itu diluncurkan bersama Netanyahu di Gedung Putih pada 29 September lalu.

Isi proposal mencakup gencatan senjata segera, pembebasan seluruh sandera, perlucutan senjata Hamas, jaminan agar warga Gaza tidak dipaksa meninggalkan wilayahnya, serta pembentukan panel perdamaian sebagai badan pemerintahan sementara. Mantan Perdana Menteri Inggris, Sir Tony Blair, termasuk dalam jajaran anggota panel tersebut.

“Menyusul tanggapan Hamas, Israel sedang mempersiapkan implementasi tahap pertama rencana Trump untuk pembebasan semua sandera,” demikian pernyataan kantor Perdana Menteri Israel yang dikutip AFP, Sabtu (4/10).

PBB melaporkan lebih dari 417 ribu warga telah mengungsi dari Gaza Utara sejak pertengahan Agustus. Israel memperketat blokade sejak Maret dengan menutup perbatasan serta menghentikan pasokan makanan dan obat-obatan, membuat Gaza berada di ambang kelaparan. (jp)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Israeal #gaza #palestina #hamas #Ultimatum #trump