Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Mulai Evakuasi WNI dari Iran Lewat Azerbaijan

Hanif PP • Sabtu, 7 Maret 2026 | 11:39 WIB

 

Sejumlah pengunjung menuliskan petisi atas meninggalnya Ayatullah Seyyed Ali Khamenei di Kedutaan Besar Orang, Jakarta, Kamis (05/03/2026). Kedutaan Besar Iran mengundang masyarakat umum untuk acara doa bersama, mengenang dan penandatanganan petisi sebaga
Sejumlah pengunjung menuliskan petisi atas meninggalnya Ayatullah Seyyed Ali Khamenei di Kedutaan Besar Orang, Jakarta, Kamis (05/03/2026). Kedutaan Besar Iran mengundang masyarakat umum untuk acara doa bersama, mengenang dan penandatanganan petisi sebaga

PONTIANAK POST - Semua warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan Timur Tengah dalam kondisi aman meski situasi di kawasan tersebut tengah bergejolak. Tapi, proses evakuasi bakal tetap dilakukan, khususnya bagi mereka yang berada di Iran.

Menurut data Kementerian Luar Negeri, setidaknya ada 329 WNI yang berada di Iran dan didominasi mahasiswa. Plt. Direktur PWNI Heni Hamidah menyatakan, pemerintah telah membentuk Tim Respons Krisis untuk memantau situasi mereka.

Hasilnya, tidak ada WNI yang terdampak langsung konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS)–Israel dengan Iran. “Adanya WNI stranded karena pembatasan atau penutupan ruang udara, pengalihan rute penerbangan, serta ketidakpastian jadwal transportasi internasional,” kata Heni dalam konferensi pers di Jakarta kemarin (6/3).

Evakuasi WNI di Iran dimulai kemarin. Tahap pertama akan melalui Azerbaijan. Ada 32 orang yang dievakuasi. Iran berbatasan langsung dengan Azerbaijan di sebelah utara.

Perbatasan darat tersebut memiliki panjang sekitar 689 kilometer (428 mil) dan terdiri dari dua bagian utama yang terpisah oleh perbatasan Armenia–Iran sepanjang 44 km. Lewat jalur ini pula pemerintah mengevakuasi WNI saat Perang 12 Hari tahun lalu yang juga dipicu serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran.

Mereka yang terdampar, lanjut Heni, juga mendapatkan perlindungan, termasuk akomodasi, penginapan, konsumsi, dan pengaturan jadwal penerbangan lanjutan. “Penanganan jamaah umrah menjadi perhatian. Perwakilan Indonesia menerjunkan tim pemantauan di Bandara Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, selama 24 jam. Jamaah yang masih tertahan kepulangannya di bawah koordinasi perwakilan dan travel dicarikan akomodasi atau penginapan di sekitar Bandara Jeddah dan Madinah,” ungkapnya.

 

Koordinasi Diplomatik

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu Santo Darmosumarto mengatakan, kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah, khususnya di jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz, berpotensi memberikan dampak besar bagi Indonesia. Hal tersebut berkaitan dengan hubungan dagang Indonesia dengan negara-negara di kawasan tersebut, terutama terkait pasokan energi.

Saat ini pemerintah tengah melakukan koordinasi diplomatik terkait kapal tanker berbendera Indonesia yang berada di kawasan Selat Hormuz. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kepentingan Indonesia, termasuk operasional kapal milik Pertamina, tetap terlindungi. Garda Revolusi Iran memang sudah mengancam, kapal mana saja yang nekat melintas akan diserang.

“Hal tersebut sedang difollow up oleh teman-teman kita di kabinet di Iran karena percakapannya memang harus dilakukan dengan pihak pemerintah Iran,” ujarnya. (lyn/ttg)

Editor : Hanif
#evakuasi #konflik timur tengah #wni #azerbaijan #iran #amerika serikat