Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Krisis Minyak Global Dorong Penjualan Mobil Listrik Tiongkok Meningkat Pesat di Asia

Hanif PP • Kamis, 26 Maret 2026 | 09:53 WIB

 

Ilustrasi Mobil Listrik.
Ilustrasi Mobil Listrik.

PONTIANAK POST - Lonjakan harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah mulai memicu efek domino pada industri otomotif. Kondisi tersebut justru membuka peluang bagi produsen mobil listrik (EV) Tiongkok untuk memperluas pasar di kawasan Asia.

Managing Director Sino Auto Insights Tu Le mengatakan, produsen EV Tiongkok seperti BYD kini berada dalam posisi strategis. Kenaikan harga bahan bakar fosil dinilai dapat mempercepat peralihan konsumen ke kendaraan listrik. “Dalam situasi seperti ini, mobil listrik Tiongkok berpotensi semakin banyak masuk ke berbagai negara Asia karena spekulasi kenaikan harga BBM akibat krisis global,” ujarnya seperti dilansir CNN kemarin.

Ketergantungan Asia terhadap minyak dari Timur Tengah menjadi faktor penting. Sekitar 60 persen pasokan berasal dari wilayah tersebut, sehingga Asia menjadi salah satu kawasan yang paling rentan terhadap gejolak pasokan energi.

Lembaga riset energi Ember bahkan menyebut kendaraan listrik sebagai salah satu cara paling efektif untuk menekan impor energi. Secara global, penggunaan EV diperkirakan telah mengurangi konsumsi minyak hingga 1,7 juta barel per hari pada tahun lalu. Angka itu setara dengan sekitar 70 persen ekspor minyak Iran pada 2025.

Di dalam negeri, Tiongkok dinilai lebih siap menghadapi risiko krisis energi. Dengan lebih dari 40 persen impor minyak berasal dari Timur Tengah, negara tersebut sejak lama berinvestasi besar pada energi baru terbarukan dan kendaraan listrik. Saat ini, sekitar 50 persen penjualan mobil baru di Tiongkok merupakan EV. Perkembangan tersebut membantu menekan konsumsi BBM domestik hingga hampir 10 persen pada tahun lalu. (bil/dio)

 

Editor : Hanif
#energi bersih #mobil listrik #bbm #Asia #tiongkok #Krisis minyak global