PONTIANAK POST – Psikolog Dr. John Gartner memperingatkan adanya penurunan kondisi mental yang mengkhawatirkan pada Presiden AS Donald Trump.
Hal ini menyusul serangkaian unggahan agresif dan penuh makian di media sosial yang ditujukan kepada Iran.
Gartner menyebut Trump menunjukkan tanda-tanda "demensia frontotemporal".
Menurutnya, kecepatan penurunan kondisi ini meningkat drastis dalam empat minggu terakhir.
Baca Juga: Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Serangan ke Infrastruktur
Gejala Demensia Frontotemporal pada Donald Trump
Dalam siaran The Daily Beast Podcast, Gartner menjelaskan bahwa gangguan ini berbeda dengan masalah ingatan biasa.
Penyakit ini lebih menyerang fungsi perilaku dan kendali diri.
Berikut adalah poin-poin utama yang disoroti oleh pakar medis:
- Kehilangan Kendali Diri: Pasien kehilangan kemampuan untuk menahan perilaku agresif.
- Perubahan Perilaku: Menjadi tidak terkendali, kasar, dan kehilangan penilaian (judgment) yang sehat
- Gangguan Kognitif: Dr. Vin Gupta (MSNBC) sebagaimana dilansir mirror.uk mencatat gejala seperti alur berpikir tidak logis dan kesulitan menemukan kata-kata.
- Evolusi Penyakit: Tanda-tanda ini diklaim sudah muncul sejak 2019 dan kini memasuki fase akselerasi.
Baca Juga: AS Siapkan Opsi Invasi Darat ke Iran, Risiko Konflik Besar dan Perang Berkepanjangan Meningkat
Ancaman Eksplosif di Media Sosial
Peringatan ini muncul setelah Trump mengunggah pesan provokatif di Truth Social pada pagi Paskah. Ia mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran pada hari Selasa (7/4/2026).
"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan di Iran. Buka Selat (Hormuz) sialan atau kalian hidup di neraka," tulis Trump dalam unggahan tersebut.
Kondisi mental Trump menjadi perhatian dunia di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Sejak serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu, kawasan tersebut masih berada dalam situasi kacau.
Para ahli medis menilai perilaku emosional Trump dapat memperburuk stabilitas keamanan global. Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan para pakar medis tersebut. (ron)
Editor : Uray Ronald