PONTIANAK POST - Pemerintah Iran resmi menyepakati gencatan senjata bersyarat. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan pihaknya siap menghentikan ketegangan jika serangan terhadap Iran disetop total.
Sebagai langkah awal, Iran menjamin jalur lintas aman di Selat Hormuz selama dua minggu ke depan. Keputusan ini diambil melalui koordinasi ketat dengan Angkatan Bersenjata Iran.
Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran, Tunda Serangan Militer 2 Minggu
10 Poin Syarat Gencatan Senjata Iran
Menurut lembaga penyiaran negara Iran, terdapat sepuluh poin utama dalam rencana perdamaian ini. Berikut adalah tuntutan resminya:
- Penghentian total perang terhadap Irak, Lebanon, dan Yaman.
- Penghentian perang terhadap Iran secara penuh dan permanen tanpa batas waktu.
- Mengakhiri seluruh konflik di kawasan secara keseluruhan.
- Pembukaan kembali Selat Hormuz.
- Penetapan protokol dan syarat-syarat untuk menjamin kebebasan dan keamanan navigasi di Selat Hormuz
- Pembayaran penuh kompensasi biaya rekonstruksi kepada Iran.
- Komitmen penuh untuk mencabut sanksi terhadap Iran.
- Pelepasan dana Iran dan aset-aset yang dibekukan oleh Amerika Serikat.
- Iran berkomitmen penuh untuk tidak mengupayakan kepemilikan senjata nuklir apa pun.
- Gencatan senjata segera berlaku di semua lini sesaat setelah syarat-syarat di atas disetujui.
Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran, Tunda Serangan Militer 2 Minggu
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah menunda rencana serangan militer besar-besaran ke Iran. Keputusan ini diumumkan tepat sebelum tenggat waktu berakhir pada Selasa (7/4) malam.
Trump menyetujui "gencatan senjata dua sisi" selama 14 hari. Langkah ini diambil guna memfinalisasi kesepakatan damai jangka panjang.
"Atas permintaan PM Pakistan Shehbaz Sharif dan Marsekal Asim Munir, saya menunda penggunaan kekuatan destruktif malam ini," ujar Trump.
Baca Juga: Demensia Donald Trump Memburuk? Psikolog Beri Peringatan Keras
Negosiasi Damai di Timur Tengah
Gencatan senjata dua arah ini menjadi titik balik penting dalam sejarah konflik kedua negara. Trump menekankan bahwa syarat utama penundaan serangan adalah pembukaan Selat Hormuz secara penuh dan aman.
Saat ini, kedua belah pihak sedang mematangkan draf kesepakatan. Jika berhasil, hal ini akan menjadi solusi bagi stabilitas energi dan ekonomi dunia.(ron)
Editor : Uray Ronald