Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Iran Klaim Kemenangan, Sebut Telah Paksa AS Terima Rencana 10 Poin

Uray Ronald • Rabu, 8 April 2026 | 08:06 WIB
Peta Selat Hormuz (IST)
Peta Selat Hormuz (IST)

PONTIANAK POST - Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) resmi mengklaim kemenangan besar atas Amerika Serikat. Teheran menyebut telah memaksa Washington menerima rencana perdamaian 10 poin mereka.

Pernyataan ini muncul setelah pengumuman gencatan senjata bersyarat antara kedua negara. Iran menilai AS telah menderita kekalahan bersejarah dalam konflik kali ini.

Baca Juga: Gencatan Senjata Iran: Teheran Siap Buka Selat Hormuz

Kemenangan Iran dan Poin Kesepakatan dengan AS

Dalam klaimnya, SNSC menyatakan bahwa Amerika Serikat secara prinsip telah menyetujui sejumlah tuntutan krusial. Poin-poin ini disebut sebagai bentuk "kekalahan telak" bagi pihak lawan.

Berikut adalah beberapa poin utama yang diklaim telah disetujui AS:

"Musuh telah menderita kekalahan yang tak terbantahkan dan menghancurkan," tulis pernyataan resmi SNSC.

Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran, Tunda Serangan Militer 2 Minggu

Negosiasi Lanjutan di Islamabad Pakistan

Untuk mematangkan detail kesepakatan, kedua negara dijadwalkan bertemu di Islamabad, Pakistan. Negosiasi ini ditargetkan selesai dalam waktu maksimal 15 hari.

Tujuan pertemuan ini adalah mengonsolidasikan kemenangan militer Iran ke dalam kesepakatan politik yang sah. Islamabad dipilih sebagai lokasi netral untuk memfinalisasi rincian teknis gencatan senjata.

Baca Juga: Demensia Donald Trump Memburuk? Psikolog Beri Peringatan Keras

Sebelumnya, Presiden Donald Trump memutuskan untuk menunda serangan militer besar-besaran ke Iran. Keputusan ini diambil hanya beberapa menit sebelum tenggat waktu berakhir pada Selasa (7/4).

Trump menyetujui gencatan senjata dua arah selama 14 hari. Hal ini dilakukan atas saran dari pimpinan Pakistan guna menghindari penggunaan "kekuatan destruktif" di Timur Tengah.

"Atas permintaan PM Shehbaz Sharif, saya menunda penggunaan kekuatan militer malam ini," ujar Trump lewat pernyataan resminya.(ron)

Editor : Uray Ronald
#Kemenangan Iran #selat hormuz #konflik timur tengah #donald trump #gencatan senjata