Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Konflik Iran: Donald Trump Klaim Menang Telak dan Selat Hormuz Segera Dibuka

Uray Ronald • Minggu, 12 April 2026 | 06:30 WIB
Donald Trump.
Donald Trump.

 

PONTIANAK POST – Presiden AS Donald Trump kembali memicu kontroversi lewat unggahan provokatif di media sosial. Ia menyatakan bahwa Iran kini tengah "kalah telak" dalam konflik Timur Tengah.

Trump mengklaim kemenangan ini saat pembicaraan damai tatap muka sedang berlangsung. Ia juga menyerang media yang dianggapnya menyebarkan berita bohong terkait posisi Iran dalam konflik tersebut.

Update Konflik Iran: Trump Klaim Militer Lawan Musnah

Gedung Putih mengonfirmasi delegasi AS, Iran, dan Pakistan bertemu pada Sabtu (11/4). Pertemuan tersebut menjadi ujian krusial bagi ketahanan gencatan senjata yang mulai goyah.

Namun, Trump justru memberikan pernyataan tajam melalui platform Truth Social. Ia menyebut kekuatan militer Iran, mulai dari angkatan laut hingga udara, sudah habis tak bersisa.

"Media berita bohong kehilangan kredibilitas total. Mereka senang menyebut Iran menang, padahal semua orang tahu mereka kalah telak!" tulis Trump dikutip Mirror.

Baca Juga: Selat Hormuz akan Segera Dibuka, Trump: Dengan atau Tanpa Kerja Sama Iran!

Kondisi Selat Hormuz dan Operasi Pembersihan Ranjau

Trump merinci bahwa pabrik rudal dan drone Iran telah hancur total. Ia bahkan mengeklaim bahwa para pemimpin lama Iran kini sudah tidak ada lagi.

"Angkatan Laut, Angkatan Udara, hingga sistem anti-pesawat mereka sudah hilang. Radar mereka mati dan pabrik rudal telah hancur," lanjutnya dalam unggahan tersebut.

Baca Juga: Konflik AS-Iran: Trump Ancam 'Pemusnahan Total' Jika Perundingan Damai Gagal

Selain itu, Trump menegaskan bahwa AS tengah membersihkan Selat Hormuz. Menurutnya, langkah ini adalah "bantuan" bagi negara-negara lain yang tidak memiliki keberanian.

Dampak Ekonomi dan Distribusi Minyak

Trump menyebut ancaman ranjau laut Iran sudah tidak berarti. Ia mengeklaim 28 kapal penebar ranjau milik Iran kini sudah berada di dasar laut.

"Kami mulai membersihkan Selat Hormuz untuk dunia, termasuk China hingga Jerman. Mereka tidak punya kemauan untuk melakukannya sendiri," sindir Trump.

Baca Juga: Kartu As Baru Iran setelah Selat Hormuz, Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb

Menutup pernyataannya, Trump menginformasikan bahwa kapal-kapal tanker kosong kini menuju Amerika Serikat. Kapal-kapal tersebut mengantre untuk memuat minyak dari AS.(ron)

Editor : Uray Ronald
#Militer Iran #Truth Social. #selat hormuz #konflik iran #donald trump