Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Selat Hormuz Memanas: AS Kirim Kapal Perusak untuk Bersihkan Ranjau Iran

Uray Ronald • Minggu, 12 April 2026 | 07:00 WIB
Ilustrasi Selat Hormuz. (DOK JAWAPOS)
Ilustrasi Selat Hormuz. (DOK JAWAPOS)

 

PONTIANAK POST – Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi militer Amerika Serikat mulai membersihkan ranjau laut di Selat Hormuz. Langkah ini bertujuan menyiapkan jalur aman bagi perdagangan internasional.

Sebagaimana dialnsir mirror, dua kapal perusak rudal, USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy, kini telah bersiaga. Keduanya bertugas memastikan area tersebut bebas dari ancaman peledak.

CENTCOM menyatakan kedua kapal tersebut telah melintasi selat dan beroperasi di Teluk Arab. Fokus utama mereka adalah menyisir ranjau yang sebelumnya dipasang oleh Garda Revolusi Iran.

"Kami memulai proses pembangunan jalur lintasan baru hari ini," ujar Laksamana Brad Cooper, Komandan CENTCOM. Jalur ini nantinya akan dibagikan kepada industri maritim dunia.

Langkah ini diambil untuk mendorong kembali kelancaran arus perdagangan global di kawasan tersebut. Keamanan jalur navigasi menjadi prioritas utama AS saat ini.

Baca Juga: Selat Hormuz akan Segera Dibuka, Trump: Dengan atau Tanpa Kerja Sama Iran!

Trump Sebut AS Tahu Lokasi Ranjau di Selat Hormuz

Sebelumnya, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat mengetahui lokasi keberadaan ranjau-ranjau di Selat Hormuz.

Ia mengatakan kepada NewsNation bahwa pembersihan ranjau tersebut hanyalah masalah waktu saja.

"Kami memiliki peralatan ranjau yang paling canggih di dunia," ujar Trump. "Kami mengetahuinya (lokasi ranjau). Kami hanya tinggal membawanya ke lokasi tersebut."

Baca Juga: Konflik AS-Iran: Trump Ancam 'Pemusnahan Total' Jika Perundingan Damai Gagal

Trump juga menambahkan bahwa Selat tersebut akan segera terbuka "dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi."

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang melayani 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia. Lokasi ini kini menjadi poin negosiasi paling sulit antara AS dan Iran.

Baca Juga: Kartu As Baru Iran setelah Selat Hormuz, Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb

Saat ini, perwakilan kedua negara sedang berunding di Islamabad, Pakistan. Masa depan stabilitas energi global sangat bergantung pada hasil pertemuan di meja diplomasi tersebut.(ron)

 

 

Editor : Uray Ronald
#Kapal Perusak AS #Ranjau Laut #CENTCOM #Konflik AS Iran. #selat hormuz