Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Selat Hormuz Memanas: Iran Bantah Kapal Perusak AS Telah Melintas

Uray Ronald • Minggu, 12 April 2026 | 07:30 WIB
Ilustrasi kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS). (ANTARA)
Ilustrasi kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS). (ANTARA)

 

PONTIANAK POST – Pemerintah Iran membantah keras klaim militer Amerika Serikat (AS) terkait pergerakan kapal perusak rudal di Selat Hormuz. Pihak Teheran menegaskan bahwa kendali penuh atas jalur tersebut masih berada di tangan mereka.

Juru bicara komando militer gabungan Iran menyebut klaim AS tidak berdasar. Menurut media pemerintah Iran, militer mereka tetap memegang kendali atas setiap kapal yang melintas.

Iran Tegaskan Kendali di Selat Hormuz

"Inisiatif atas lintasan kapal apa pun berada di tangan angkatan bersenjata Republik Islam Iran," tegas juru bicara tersebut. Pernyataan ini merespons klaim sepihak dari pihak Pentagon.

Baca Juga: Selat Hormuz akan Segera Dibuka, Trump: Dengan atau Tanpa Kerja Sama Iran!

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi energi dunia. Jalur sempit ini melayani sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas global.

Kini, status selat tersebut menjadi poin krusial dalam negosiasi di Islamabad, Pakistan. Ketegangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik untuk meredakan konflik kedua negara.

Baca Juga: Selat Hormuz akan Segera Dibuka, Trump: Dengan atau Tanpa Kerja Sama Iran!

Klaim Militer AS Soal Pembersihan Ranjau Laut

Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeklaim telah memulai persiapan pembersihan ranjau di lokasi tersebut. Dua kapal perusak rudal disebut terlibat dalam operasi ini.

CENTCOM mengerahkan USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy. Mereka menyatakan kedua kapal telah melintasi selat menuju Teluk Arab.

"Misi ini bertujuan memastikan selat bersih dari ranjau laut yang dipasang Garda Revolusi Iran," tulis pernyataan resmi CENTCOM.

Baca Juga: Konflik AS-Iran: Trump Ancam 'Pemusnahan Total' Jika Perundingan Damai Gagal

Laksamana Brad Cooper, Komandan CENTCOM, menyebut pihaknya tengah membangun jalur lintasan baru. Jalur aman ini nantinya akan dibuka untuk industri maritim internasional.

"Hari ini kami memulai prosesnya. Kami akan segera membagikan jalur aman ini untuk mendorong kelancaran perdagangan," ujar Cooper.(ron)

 

Editor : Uray Ronald
#Kapal Perusak AS #Ranjau Laut #Konflik Iran AS #Jalur Minyak. #selat hormuz