Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Harga Minyak Dunia Tembus US$100 Akibat Rencana Blokade AS di Selat Hormuz

Uray Ronald • Senin, 13 April 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi tambang minyak mentah. (DOK JAWA POS)
Ilustrasi tambang minyak mentah. (DOK JAWA POS)

 

PONTIANAK POST - Harga minyak dunia melonjak tajam di atas US$100 per barel pada Senin pagi. Kenaikan ini dipicu persiapan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) untuk memblokade Selat Hormuz.

Langkah agresif ini berpotensi memutus total pengiriman minyak Iran. Hal ini terjadi setelah AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang.

Minyak mentah Brent naik 7,98 persen menjadi US$102,80 per barel. Sementara itu, minyak WTI AS melonjak 8,61 persen ke level US$104,88 per barel.

Dampak Blokade Selat Hormuz Terhadap Pasokan Global

Kepala Riset Energi MST Marquee, Saul Kavonic, menyebut pasar kini kembali ke kondisi krisis. AS akan memblokade sisa aliran minyak Iran hingga 2 juta barel per hari.

"Pasar kini sebagian besar kembali ke kondisi sebelum gencatan senjata," ujar Kavonic dilansir Businesstimes. Ia menekankan bahwa jalur Selat Hormuz akan menjadi titik hambatan utama.

Baca Juga: Konflik Iran vs AS: Trump Ancam Blokade Selat Hormuz dan 'Habisi' Iran Dalam Sehari

Presiden Donald Trump menyatakan blokade dimulai karena negosiasi maraton dengan Iran gagal. Langkah ini pun resmi mengakhiri masa gencatan senjata dua minggu yang disepakati sebelumnya.

Trump mengakui bahwa harga minyak dan bensin kemungkinan tetap tinggi hingga November mendatang. Ini menjadi tantangan politik menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections) di Amerika Serikat.

Komando Pusat AS (USCENTCOM) mengonfirmasi blokade lalu lintas maritim pelabuhan Iran dimulai Senin pukul 10.00 pagi ET. Seluruh kapal yang masuk dan keluar dari Iran akan dicegat.

Baca Juga: Blokade Selat Hormuz: Iran Balas Ancaman Keras Donald Trump

Analis ANZ, Brian Martin dan Daniel Hynes, memperingatkan bahwa langkah ini memperburuk gangguan pasokan. "Hal ini akan membatasi ekspor produsen Teluk Persia dan memperparah gangguan pasar," tulis mereka.

Tekanan Global Melalui Jalur Energi

Analis pasar IG, Tony Sycamore, menilai langkah ini adalah upaya untuk mencekik ekonomi Iran. AS ingin memaksa sekutu Teheran menekan Iran agar membuka kembali jalur air tersebut.

Situasi ini diprediksi akan terus mengguncang pasar energi global dalam beberapa pekan ke depan. Para investor kini menanti langkah balasan dari pihak Iran di wilayah perairan tersebut.(ron)

Editor : Uray Ronald
#Blokade Iran #Minyak Brent #selat hormuz #ekonomi global #harga minyak dunia