PONTIANAK POST - Donald Trump menghapus unggahan foto AI dirinya yang menyerupai Yesus setelah netizen menemukan detail menyeramkan.
Pengguna platform X menyoroti adanya sosok bayangan misterius yang menyerupai iblis dalam gambar tersebut.
Gambar itu awalnya diunggah Trump untuk menyerang Paus Leo XIV. Namun, perhatian publik justru teralihkan oleh kegagalan teknis AI yang memunculkan siluet aneh di atas kepala sang presiden.
Sosok "Iblis" yang Berlari di Langit
Netizen mengklaim melihat makhluk aneh yang tampak seperti iblis sedang "melarikan diri" di latar belakang foto.
Tiga siluet gelap yang tidak teridentifikasi terlihat melayang di langit, menambah kesan horor pada citra religius tersebut.
"Detail ini sangat mengganggu. Ada sosok bertanduk yang tidak ada di versi aslinya," tulis salah satu pengguna X yang viral.
Perbedaan Mencolok dengan Versi Asli
Investigasi netizen mengungkap bahwa foto ini bukan buatan Trump sendiri, melainkan karya influencer MAGA, Nick Adams. Namun, ada perbedaan krusial antara versi asli dan yang diunggah Trump.
Pada versi asli bulan Februari, sosok di langit adalah tentara Amerika Serikat. Sementara pada unggahan Trump, entah karena kesalahan AI atau proses edit, sosok tersebut berubah menjadi bayangan menyeramkan.
Baca Juga: Hapus Foto AI Mirip Yesus, Donald Trump Beri Alasan Mengejutkan
Serangan terhadap Paus Leo XIV
Kontroversi ini bermula saat Trump menyebut Paus Leo XIV "lemah terhadap kejahatan". Ia menuduh pemimpin Katolik tersebut merusak gereja, sebelum akhirnya mengunggah foto dirinya sebagai Yesus.
Ini bukan pertama kalinya Trump menggunakan citra religius ekstrem. Pada Mei 2025, ia juga pernah membagikan foto AI yang menggambarkan dirinya mengenakan pakaian kepausan.
Pro dan Kontra di Media Sosial
Meski banyak yang mengecam, sebagian pendukung Trump menganggap spekulasi "iblis" ini terlalu berlebihan. Mereka menilai gambar tersebut hanyalah konten lucu yang tidak perlu ditanggapi serius.
"Orang-orang perlu lebih santai. Ini hanya gambar AI yang unik dan tidak berbahaya," tulis salah satu pendukungnya di media sosial.(ron)
Editor : Uray Ronald