PONTIANAK POST - Pihak kepolisian New York City menangkap sekitar 90 demonstran di Manhattan setelah mereka memblokade lalu lintas, Selasa (14/4).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap perang di Iran dan penjualan senjata Amerika Serikat ke Israel.
Dilansir Aljazeera, kelompok Jewish Voice for Peace yang memimpin aksi menyatakan sejumlah tokoh publik ikut diamankan.
Di antaranya adalah whistleblower Chelsea Manning, aktor Hari Nef, dan Anggota Dewan Kota New York Alexa Aviles.
Ratusan demonstran awalnya mencoba melakukan aksi duduk (sit-in) di dalam kantor pemimpin Partai Demokrat, Senator Chuck Schumer dan Kirsten Gillibrand.
Mereka menuduh kedua senator tersebut membantu serangan Israel di Lebanon serta perang AS-Israel terhadap Iran.
Namun, petugas keamanan segera memblokade akses masuk gedung. Kondisi ini memaksa massa mengalihkan aksi ke jalan raya hingga menyebabkan kemacetan total di jantung kota Manhattan.
Baca Juga: Blokade Selat Hormuz: Trump Klaim Angkatan Laut Iran Sudah Musnah
Slogan "Danai Rakyat, Bukan Bom"
Di tengah proses penangkapan, para demonstran terus meneriakkan slogan "Danai rakyat, bukan bom!".
Mereka mendesak pemerintah AS untuk menghentikan dukungan militer dan mengalihkan dana tersebut untuk kesejahteraan warga.
Polisi akhirnya mengangkut sekitar 90 orang ke dalam tiga bus besar untuk diproses lebih lanjut.
Baca Juga: Serangan Israel di Lebanon Picu Amarah Dunia, 254 Orang Tewas dan 1.165 Luka
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kantor Senator Schumer maupun Gillibrand terkait tuntutan massa tersebut.
Aksi protes ini pecah saat ketegangan militer antara AS, Israel, dan Iran mencapai puncaknya.
Blokade Selat Hormuz oleh AS dan meningkatnya serangan udara di wilayah Lebanon menjadi pemicu utama kemarahan publik di dalam negeri Amerika.(ron)
Editor : Uray Ronald