PONTIANAK POST Militer AS mengklaim blokade Selat Hormuz berjalan tanpa celah pada 24 jam pertama. Pasukan Amerika berhasil mengalau enam kapal dagang yang mencoba keluar dari pelabuhan Iran.
"Tidak ada kapal yang lolos dari blokade AS. Enam kapal dagang patuh dan kembali ke pelabuhan Iran," tulis pernyataan resmi Komando Pusat AS (CENTCOM) dilansir Anadolu.
Misi besar ini melibatkan lebih dari 10.000 personel gabungan. CENTCOM mengerahkan pelaut, marinir, hingga angkatan udara untuk menjaga ketat kawasan tersebut.
Tak main-main, ada 12 kapal perang dan puluhan pesawat yang bersiaga. AS menegaskan aturan ini berlaku adil bagi semua negara yang masuk atau keluar dari wilayah pesisir Iran.
Langkah drastis ini diambil setelah dialog AS-Iran di Islamabad menemui jalan buntu pada Sabtu lalu. Presiden Donald Trump langsung bertindak tegas untuk menekan Teheran.
Trump resmi mengumumkan blokade di Selat Hormuz sejak Senin pukul 14.00 GMT. Tujuannya jelas: memaksa Iran kembali ke meja perundingan dengan syarat yang lebih ketat.
Baca Juga: Tanker Tiongkok Nekat Lintasi Selat Hormuz: Blokade AS Resmi Jebol?
Laporan Berbeda dari Selat Hormuz
Ketika pihak AS mengklaim blokade militer mereka sangat kuat, laporan lain yang bertolak belakang justru muncul. The Wall Street Journal menyebut ada celah dalam blokade tersebut.
Data menunjukkan sekitar 20 kapal komersial tetap melintasi Selat Hormuz dalam kurun waktu yang sama. Kapal-kapal tersebut meliputi pengangkut kargo, kontainer, hingga tanker minyak.
Baca Juga: Singapura Tegas Tolak Bayar 'Upeti' ke Iran di Selat Hormuz
Daily Miiror juga melaporkan adanya empat kapal tanker yang menerobos Selat Hormuz sejak blokade Amerika Serikat (AS) dimulai. Dua di antaranya diketahui memiliki keterkaitan kuat dengan Tiongkok.
Data maritim dari Kpler dan MarineTraffic menunjukkan tanker Rich Starry milik Tiongkok melintas pada malam hari.
Selain Rich Starry, tanker Murlikishan juga terpantau melewati selat tersebut semalam. (ron)