PONTIANAK POST - Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Presiden Donald Trump dalam perang melawan Iran. Schumer bahkan menjuluki operasi militer tersebut sebagai kegagalan kolosal.
"Mari kita sebut kebijakan Iran Trump apa adanya. Bukan Operation Epic Fury, tapi Operation Epic Failure," ujar Schumer kepada wartawan di Capitol Hill, Selasa, dilansir Anadolu.
Fraksi Demokrat di Senat berencana memaksakan pemungutan suara terkait resolusi kekuatan perang (war powers resolution) minggu ini.
Langkah ini bertujuan membatasi keterlibatan militer AS di Timur Tengah secara konstitusional.
Jika Partai Republik mencoba menghalangi, Schumer berjanji akan terus membawa resolusi ini berulang kali.
"Kami akan memberikan suara lagi dan lagi sampai perang ini berakhir atau Kongres menjalankan tugasnya," tegasnya.
Baca Juga: Blokade Selat Hormuz: Trump Klaim Angkatan Laut Iran Sudah Musnah
Sepuluh Resolusi Siap Hadang Kebijakan Trump
Hingga saat ini, sekitar 10 resolusi telah diajukan ke Senat. Schumer mengisyaratkan akan membawa draf-draf tersebut ke lantai sidang setiap minggu jika memang diperlukan.
Baginya, langkah ini adalah bentuk tanggung jawab terhadap para personel militer Amerika Serikat. Isu ini semakin sensitif mengingat jumlah korban jiwa yang terus bertambah di pihak AS.
Baca Juga: Sosok 'Iblis' di Foto AI Yesus Milik Trump Picu Kehebohan Netizen
Tercatat sebanyak 13 anggota layanan AS telah gugur sejak Operation Epic Fury diluncurkan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Tekanan publik dan politik kini membayangi langkah militer yang diambil Gedung Putih.
Editor : Uray Ronald