Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Israel Pertimbangkan Gencatan Senjata Sementara dengan Hezbollah

Uray Ronald • Kamis, 16 April 2026 | 16:57 WIB
Bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Zrariyeh, Lebanon selatan. (ANTARA)
Bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Zrariyeh, Lebanon selatan. (ANTARA)

 

PONTIANAK POST – Kabinet Keamanan Israel menggelar pertemuan penting pada Rabu malam waktu setempat.

Agenda utama mereka adalah membahas usulan gencatan senjata sementara dengan kelompok Hezbollah asal Lebanon.

Langkah ini diambil menyusul adanya permintaan resmi dari Amerika Serikat.

Namun, laporan media lokal menyebutkan bahwa sejumlah menteri menyatakan keberatan terhadap rencana penghentian serangan tersebut.

Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan bahwa pertemuan kabinet fokus pada draf kesepakatan damai sementara.

Meskipun ada penolakan internal, negosiasi dikabarkan terus berlanjut.

“Negosiasi tingkat lanjut sedang berlangsung untuk gencatan senjata sementara antara Israel dan Hezbollah,” ungkap seorang sumber internal Israel dilansir Anadolu.

Baca Juga: Perundingan Israel-Lebanon di AS: Titik Terang atau Sekadar Formalitas?

Sumber tersebut menambahkan bahwa gencatan senjata ini kemungkinan besar bisa mulai berlaku dalam beberapa hari mendatang.

Hingga saat ini, pihak Hezbollah belum memberikan komentar resmi terkait rencana tersebut.

Rencana Operasi Militer Israel dan Hezbollah ke Depan

Berdasarkan laporan KAN, usulan AS ini pertama kali muncul dalam pembicaraan di Washington pada Selasa lalu. Pertemuan tersebut melibatkan duta besar Israel dan Lebanon.

Meski ada pembicaraan damai, otoritas keamanan Israel tetap menyarankan tentara untuk melanjutkan operasi darat.

Targetnya adalah melucuti senjata Hezbollah di wilayah selatan Sungai Litani.

Ditambahkan pula bahwa Israel mungkin akan mempertimbangkan pengurangan serangan udara di area-area tempat tentara Lebanon dikerahkan.

Baca Juga: Israel Setujui Perundingan Damai dengan Lebanon, Tapi Abaikan Hizbullah

Sementara itu, diskusi mengenai penarikan mundur pasukan Israel secara bertahap baru akan dilakukan di tahap selanjutnya jika pembicaraan politik antara Israel dan Lebanon menunjukkan kemajuan.

Konflik ini telah memicu krisis kemanusiaan yang sangat hebat di Lebanon sejak 2 Maret lalu.

Lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas dan satu juta warga terpaksa mengungsi akibat serangan tersebut.(*)

Editor : Uray Ronald
#Gencatan Senjata Israel #Hezbollah #Perang Lebanon #Kabinet Keamanan Israel #Update Timur Tengah