PONTIANAK POST – Militer Lebanon melaporkan sejumlah pelanggaran gencatan senjata oleh Israel pada Jumat (17/4) pagi.
Dilansir Anadolu, pelanggaran ini terjadi hanya beberapa jam setelah kesepakatan damai dimulai.
Dalam pernyataan resmi melalui platform X, militer mencatat serangan artileri menyasar beberapa desa di wilayah Lebanon Selatan.
Serangan terjadi secara sporadis sejak tengah malam waktu setempat.
Tentara Lebanon kini mendesak warga untuk menunda kepulangan mereka ke desa-desa di selatan.
Pihak militer menegaskan bahwa ancaman terhadap warga sipil masih sangat tinggi.
Peringatan Keamanan Pasca-Gencatan Senjata Lebanon
Warga diminta mematuhi instruksi unit militer yang bertugas di lapangan.
Pihak keamanan juga memperingatkan warga untuk menghindari area berbahaya, terutama saat malam hari.
Selain ancaman serangan, militer Lebanon menyoroti bahaya proyektil yang tidak meledak.
Warga diminta segera melapor jika menemukan objek mencurigakan di sekitar pemukiman mereka.
"Hindari mendekati objek mencurigakan sisa serangan Israel dan segera lapor ke pos militer terdekat," tulis pernyataan resmi tersebut.
Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Berlaku Mulai Jumat Dini Hari
Intervensi Donald Trump dalam Konflik Israel-Lebanon
Padahal, gencatan senjata selama 10 hari baru saja berlaku sejak Jumat dini hari.
Kesepakatan ini sebelumnya diumumkan secara optimistis oleh Presiden AS Donald Trump.
Trump menyebut kesepakatan ini lahir setelah percakapan intensif dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan PM Benjamin Netanyahu.
Baca Juga: Perundingan Israel-Lebanon di AS: Titik Terang atau Sekadar Formalitas?
Namun, laporan lapangan menunjukkan situasi yang masih sangat genting.
Militer Lebanon tetap bersiaga untuk memantau pergerakan di perbatasan.
Pengawasan ketat dilakukan guna mencegah eskalasi lebih lanjut di tengah proses perdamaian yang baru seumur jagung.(*)
Editor : Uray Ronald