Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Israel Nodai Kesepakatan Gencatan Senjata: Militer Lebanon Laporkan Serangan di Selatan

Uray Ronald • Jumat, 17 April 2026 | 17:28 WIB
Kerusakan akibat serangan tentara Israel terhadap kota Arab Salim, Lebanon selatan pada 9 April 2026. Militer Lebanon kembali melaporkan adanya serangan Israel pada Jumat (17/4) pagi meskipun ada kesepakatan gencatan senjata. (ANTARA)
Kerusakan akibat serangan tentara Israel terhadap kota Arab Salim, Lebanon selatan pada 9 April 2026. Militer Lebanon kembali melaporkan adanya serangan Israel pada Jumat (17/4) pagi meskipun ada kesepakatan gencatan senjata. (ANTARA)

 

PONTIANAK POST – Militer Lebanon melaporkan sejumlah pelanggaran gencatan senjata oleh Israel pada Jumat (17/4) pagi. 

Dilansir Anadolu, pelanggaran ini terjadi hanya beberapa jam setelah kesepakatan damai dimulai.

Dalam pernyataan resmi melalui platform X, militer mencatat serangan artileri menyasar beberapa desa di wilayah Lebanon Selatan.

Serangan terjadi secara sporadis sejak tengah malam waktu setempat.

Tentara Lebanon kini mendesak warga untuk menunda kepulangan mereka ke desa-desa di selatan.

Pihak militer menegaskan bahwa ancaman terhadap warga sipil masih sangat tinggi.

Peringatan Keamanan Pasca-Gencatan Senjata Lebanon

Warga diminta mematuhi instruksi unit militer yang bertugas di lapangan.

Pihak keamanan juga memperingatkan warga untuk menghindari area berbahaya, terutama saat malam hari.

Selain ancaman serangan, militer Lebanon menyoroti bahaya proyektil yang tidak meledak.

Warga diminta segera melapor jika menemukan objek mencurigakan di sekitar pemukiman mereka.

"Hindari mendekati objek mencurigakan sisa serangan Israel dan segera lapor ke pos militer terdekat," tulis pernyataan resmi tersebut.

Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Berlaku Mulai Jumat Dini Hari

Intervensi Donald Trump dalam Konflik Israel-Lebanon

Padahal, gencatan senjata selama 10 hari baru saja berlaku sejak Jumat dini hari.

Kesepakatan ini sebelumnya diumumkan secara optimistis oleh Presiden AS Donald Trump.

Trump menyebut kesepakatan ini lahir setelah percakapan intensif dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan PM Benjamin Netanyahu.

Baca Juga: Perundingan Israel-Lebanon di AS: Titik Terang atau Sekadar Formalitas?

Namun, laporan lapangan menunjukkan situasi yang masih sangat genting.

Militer Lebanon tetap bersiaga untuk memantau pergerakan di perbatasan.

Pengawasan ketat dilakukan guna mencegah eskalasi lebih lanjut di tengah proses perdamaian yang baru seumur jagung.(*)

Editor : Uray Ronald
#Gencatan Senjata Lebanon #Pelanggaran Israel #Militer Lebanon #Lebanon Selatan #donald trump