Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Iran Balas Serang Kapal AS dengan Drone Usai Penyitaan Kapal TOUSKA

Uray Ronald • Senin, 20 April 2026 | 14:45 WIB
PATROLI HORMUZ: Ilustrasi tentara Iran berpatroli di kawasan Selat Hormuz. Amerika Serikat dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata sementara selama dua pekan dengan syarat jalur pelayaran strategis tersebut kembali dibuka bagi lalu lintas kapal internasional. (FOXBUSINESS)
PATROLI HORMUZ: Ilustrasi tentara Iran berpatroli di kawasan Selat Hormuz. Amerika Serikat dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata sementara selama dua pekan dengan syarat jalur pelayaran strategis tersebut kembali dibuka bagi lalu lintas kapal internasional. (FOXBUSINESS)

 

 

PONTIANAK POST – Situasi di Teluk Oman memanas setelah pasukan Iran meluncurkan serangan pesawat tanpa awak (drone) ke sejumlah kapal Amerika Serikat pada Minggu waktu setempat.

Aksi ini merupakan balasan langsung atas penyitaan kapal kargo TOUSKA oleh militer AS sebelumnya.

Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa serangan drone tersebut menargetkan beberapa kapal Amerika.

Namun, hingga saat ini belum dipastikan apakah target serangan tersebut adalah kapal militer atau kapal komersial.

"Pasukan militer Iran segera merespons tindakan pembajakan bersenjata yang dilakukan militer AS," ujar juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari dikutip Anadolu.

Baca Juga: AS Cegat dan Tembak Kapal Kargo Iran di Teluk Oman

Pelanggaran Gencatan Senjata 

Pihak Iran menyebut tindakan AS sebagai pelanggaran berat terhadap gencatan senjata dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan.

Gencatan senjata tersebut seharusnya berlaku sejak 7 April lalu untuk meredam konflik.

Markas Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa AS sengaja melumpuhkan sistem navigasi kapal TOUSKA sebelum menaikkan pasukan ke atas geladak.

Iran melabeli aksi Marinir AS tersebut sebagai tindakan "terorisme maritim".

Zolfaghari menegaskan bahwa kapal mereka sedang dalam perjalanan menuju Bandar Abbas saat diserang.

Ia memperingatkan bahwa serangan drone ini hanyalah awal dari balasan yang lebih besar.

Baca Juga: Iran Sebut Donald Trump Terlalu Banyak Main Medsos dan Tidak Konsisten

Kronologi Versi Amerika Serikat 

Di sisi lain, Presiden Donald Trump dan CENTCOM mengklaim penyitaan dilakukan karena kapal TOUSKA mencoba menerjang blokade laut.

USS Spruance melepaskan tembakan setelah peringatan selama enam jam diabaikan oleh kru kapal.

Video yang dirilis CENTCOM melalui platform X memperlihatkan detik-detik kapal perusak AS memberikan tembakan peringatan.

Saat ini, kapal TOUSKA masih berada dalam kendali penuh militer Amerika Serikat.

Insiden ini menandai berakhirnya ketenangan singkat di kawasan tersebut.

Sejak serangan AS-Israel pada 28 Februari, jalur pelayaran internasional di sekitar Selat Hormuz terus berada dalam zona merah.(*)

 

Editor : Uray Ronald
#Konflik AS-Iran #Teluk Oman #Serangan Drone Iran #Kapal Amerika Diserang #Kapal TOUSKA