PONTIANAK POST - Kepanikan di pesisir utara Jepang perlahan mereda, namun bayang-bayang bencana belum benar-benar pergi.
Otoritas Jepang resmi mencabut peringatan tsunami setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang lepas pantai Sanriku, Iwate, Senin (20/4) sore.
Gelombang besar yang sempat ditakutkan tidak terjadi.
Namun, status diturunkan menjadi Tsunami Advisory atau waspada.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) sebelumnya memperingatkan potensi tsunami hingga tiga meter.
Kini, gelombang tertinggi yang tercatat hanya mencapai 80 sentimeter di Pelabuhan Kuji.
Sementara di Hachinohe dan Miyako, gelombang berkisar 40 sentimeter.
Meski demikian, ancaman belum berakhir.
JMA justru mengeluarkan peringatan baru terkait potensi gempa besar atau “megaquake”.
“Terdapat peningkatan probabilitas gempa besar di sepanjang parit laut Pasifik,” demikian pernyataan resmi JMA.
Peringatan ini mencakup 182 kota dari Hokkaido hingga Prefektur Chiba.
Warga diminta tetap waspada terhadap gelombang susulan yang bisa mencapai satu meter.
Gempa berkedalaman 19 kilometer itu sempat memicu evakuasi besar-besaran.
Sebanyak 176.000 warga di lima prefektur diminta mengungsi ke tempat lebih tinggi.
Aktivitas transportasi juga lumpuh sementara.
Layanan kereta cepat Shinkansen di jalur Tohoku, Akita, dan Yamagata sempat terhenti total.
Namun, operasional kini telah kembali normal.
Di tengah kekhawatiran, kabar melegakan datang dari sektor energi.
Tokyo Electric Power Company memastikan tidak ada kebocoran atau anomali di PLTN Fukushima.
Meski laut mulai tenang, daratan masih menyimpan getaran.
Fenomena long-period ground motion terasa kuat, terutama di gedung-gedung tinggi.
Di beberapa kota, guncangan bahkan menjatuhkan perabotan dan membuat warga sulit berdiri.
Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati pantai.
“Gelombang kedua atau ketiga bisa datang lebih tinggi secara tak terduga,” tegas pejabat cuaca.
Di Jepang, bencana mungkin mereda sejenak—namun kewaspadaan tak boleh surut. (jpc)
Infografis – Fakta Penting
| Poin | Keterangan |
|---|---|
| Magnitudo Gempa | 7,7 |
| Lokasi | Sanriku, Iwate |
| Status Tsunami | Dicabut, jadi waspada |
| Gelombang Tertinggi | 80 cm |
| Warga Dievakuasi | 176.000 orang |
| Ancaman Baru | Potensi megaquake |
Editor : Aristono Edi Kiswantoro