PONTIANAK POST – Dampak perang antara Iran dan Israel yang dimulai sejak akhir Februari lalu kian nyata.
Wali Kota Tel Aviv, Ron Huldai, melaporkan kerusakan masif pada infrastruktur permukiman di wilayahnya.
Laporan Israeli Channel 12 pada Sabtu (19/4), Huldai menyebut lebih dari 1.000 unit apartemen kini dalam kondisi rusak parah.
"Bangunan tersebut tidak lagi layak dihuni akibat serangan rudal dan drone Iran," ungkapnya sebagaimana dikutip Anadolu.
Kerusakan Masif di Jantung Kota
Selama konflik yang pecah sejak 28 Februari tersebut, Teheran berulang kali meluncurkan serangan balasan ke kota-kota besar Israel.
Serangan ini merupakan respons atas serangan skala besar Israel ke wilayah Iran.
Baca Juga: Israel Nodai Kesepakatan Gencatan Senjata: Militer Lebanon Laporkan Serangan di Selatan
Selain Tel Aviv, wilayah Ramat Gan dan Bnei Brak juga terdampak serpihan rudal hasil intersepsi.
Insiden ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa serta kerusakan luas pada kendaraan dan fasilitas umum.
Kerugian Ekonomi Israel Tembus Miliaran Dolar
Laporan internal pemerintah memperkirakan biaya perang selama 40 hari terakhir mencapai US$17,5 miliar (sekitar Rp280 triliun).
Angka ini belum termasuk biaya rekonstruksi jangka panjang.
Menurut media lokal, sekitar 30.000 warga Israel telah mengajukan klaim ganti rugi ke otoritas pajak.
Baca Juga: Dunia Sorot Aksi Tak Bermoral Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus Kristus
Dari jumlah tersebut, sebanyak 18.408 klaim terkait kerusakan bangunan dan sisanya adalah kerusakan kendaraan serta peralatan.
Prediksi Biaya Kompensasi
Kementerian Keuangan Israel memperkirakan biaya kompensasi untuk periode perang 28 Februari hingga 8 April akan mencapai 6,5 miliar shekel.
Nilai ini melonjak drastis dibanding konflik singkat pada Juni lalu.
Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April, pemulihan ekonomi masih terhambat.
Negosiasi di Pakistan antara AS dan Iran sejauh ini belum menghasilkan kesepakatan final untuk mengakhiri ketegangan sepenuhnya.*
Editor : Uray Ronald