PONTIANAK – Hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kegagalan negosiasi damai di Islamabad.
Kondisi ini memicu reaksi politik keras dan sinyal militer dari pihak Teheran.
The Sunday Guardian melaporkan, kelompok garis keras di Iran menggelar unjuk rasa besar-besaran bersama personel Garda Revolusi (IRGC).
Dalam aksi tersebut, Iran memamerkan persenjataan berat, termasuk rudal balistik Qadr.
Video yang disiarkan media Iran menampilkan sejumlah tentara bersenjata menggiring rudal tersebut di atas peluncur rudal.
Para demonstran juga meneriakkan yel-yel anti-Amerika dan Israel selama aksi.
Ketegangan ini muncul tak lama setelah perundingan gagal dan Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata.
Meski mencegah eskalasi langsung, AS tetap mempertahankan tekanan ekonomi dan angkatan laut terhadap Iran.
Baca Juga: Iran Tuntut Pembebasan Kapal Touska yang "Dibajak" Amerika
Hingga saat ini, upaya diplomatik masih menemui jalan buntu. Kedua belah pihak terus saling melempar peringatan keras di tengah kebuntuan tersebut.
Spesifikasi Rudal Qadr Iran yang Mematikan
Rudal Qadr merupakan peluru kendali balistik jarak menengah yang dikembangkan oleh Iran. Senjata ini diyakini mampu menghantam target jarak jauh dengan akurasi tinggi.
- Kemampuan: Membawa hulu ledak konvensional.
- Fitur: Dapat melepaskan submunisi atau bom curah (cluster munitions).
- Status: Menjadi elemen kunci dalam program pertahanan dan pencegahan (deterrence) Iran.
Penggunaan Rudal Qadr dalam Konflik
Laporan intelijen menyebutkan Iran telah menggunakan varian rudal Qadr dalam konflik yang sedang berlangsung.
Sasaran utamanya meliputi posisi-posisi yang berafiliasi dengan AS dan Israel.
Meskipun mematikan, banyak rudal yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara sekutu.
Baca Juga: Iran Tolak Negosiasi dengan AS Jika Masih Ada Blokade dan Ancaman Militer
Namun, Iran diyakini masih menyimpan stok rudal balistik dalam jumlah besar untuk menghadapi eskalasi lebih lanjut.*
Editor : Uray Ronald