PONTIANAK POST – Pesawat tempur Israel melancarkan tiga serangan udara ke Kota Deir Aames, Lebanon Selatan, pada Jumat (24/4).
Serangan ini tetap terjadi meski kesepakatan gencatan senjata masih berlangsung.
Laporan dari National News Agency (NNA) menyebutkan jet tempur Israel menyerang Deir Aames secara berturut-turut.
Selain serangan udara, ledakan besar juga terdengar akibat aktivitas pembongkaran oleh pasukan darat.
Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, sebelumnya telah mengeluarkan peringatan darurat melalui platform X.
Ia memerintahkan warga Deir Aames untuk segera mengungsi sejauh 1.000 meter dari desa.
Selain serangan udara, artileri Israel juga menyasar pinggiran kota Mansouri dan Bayt Siyad.
Sementara itu, aktivitas pembongkaran bangunan oleh militer Israel masih berlanjut di wilayah Al-Bayyada.
Baca Juga: Trump Umumkan Perpanjangan Gencatan Senjata Israel-Lebanon 3 Minggu
Perpanjangan Gencatan Senjata Versi Donald Trump
Ketegangan ini muncul tepat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama tiga minggu melalui pembicaraan di Gedung Putih.
Gencatan senjata awalnya berdurasi 10 hari mulai 16 April. Namun, adanya pengumuman gencatan senjata ini tak menurunkan tensi di lapangan.
Saling serang masih terus terjadi. Pihak militer Israel mengeklaim telah mencegat sebuah pesawat tak berawak (drone) sebelum memasuki ruang udara mereka.
Baca Juga: Bela Sungkawa untuk Kusuma Bangsa Rico Pramudia, Satu Lagi Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Sirene peringatan juga sempat berbunyi di pemukiman utara Israel, termasuk Zarit dan Kiryat Shmona.
Sejak serangan besar Israel dimulai pada 2 Maret, otoritas Lebanon mencatat hampir 2.500 orang tewas.
Selain itu, lebih dari 1 juta warga terpaksa mengungsi akibat konflik yang terus meluas.*
Editor : Uray Ronald