PONTIANAK POST – Pemerintah Iran membantah keras kabar yang menyebut mereka meminta pertemuan tatap muka dengan Amerika Serikat di Pakistan.
Teheran menyatakan tetap menolak proposal negosiasi karena Washington mengajukan syarat yang dianggap berlebihan.
Bantahan ini muncul setelah juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengeklaim bahwa Iran meminta dialog langsung.
Klaim tersebut memicu Presiden Donald Trump untuk segera mengirim utusan khusus guna menjajaki potensi perundingan.
Bantahan Keras atas Klaim Negosiasi Iran AS
Kantor berita Tasnim menyebut pernyataan Leavitt sepenuhnya palsu dan merupakan representasi situasi yang keliru.
Sumber internal menegaskan bahwa Iran sama sekali tidak pernah mengajukan permintaan untuk berbicara dengan pihak AS.
"Teheran telah menolak sepenuhnya permintaan Amerika untuk bernegosiasi. Hal ini disebabkan oleh tuntutan mereka yang terlalu berlebihan hingga saat ini," lapor Tasnim dikutip Anadolu, Sabtu (25/4).
Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Memanas, Teheran Tolak Dialog dan Trump Tak Ingin Akhiri Konflik Cepat
Pemerintah Iran mengatakan bahwa tidak akan ada negosiasi langsung dengan perwakilan pemerintah Amerika Serikat.
“Tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan AS,” kata juru bicara kementerian luar negeri, Esmael Baqaei di X.
Misi Diplomatik di Pakistan
Terkait kunjungan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi ke Islamabad, Baqaei mengatakan itu karena pejabat Pakistan ingin menyampaikan pesan delegasi.
Araghchi ke Islamabad murni untuk konsultasi bilateral dengan Pakistan.
Kantor berita Fars menekankan kunjungan ini tidak ada hubungannya dengan pembicaraan terkait Amerika Serikat.
Meski demikian, situasi tetap cair setelah Araghchi tiba di Islamabad.
Beberapa pejabat sempat berspekulasi bahwa kunjungan ini bisa membuka jalan bagi putaran kedua pembicaraan antara Iran dan AS.
Baca Juga: Trump Klaim Iran Ajukan Tawaran untuk Akhiri Konflik, AS Kirim Utusan untuk Nego di Pakistan
Utusan Trump Tetap Bertolak ke Islamabad
Gedung Putih tampaknya tetap melaju dengan rencana mereka. Utusan khusus AS, Steve Witkoff, dan penasihat Jared Kushner dijadwalkan tiba di Pakistan hari ini.
Keduanya direncanakan bakal menggelar pembicaraan dengan perwakilan Iran, meski Teheran masih konsisten menutup pintu.
Ketidakpastian ini semakin menambah ketegangan diplomatik antara kedua negara.*
Editor : Uray Ronald