PONTIANAK POST - Media pemerintah Rusia terang-terangan mengejek Donald Trump terkait penanganannya terhadap konflik Iran.
Mereka menyebut sang Presiden AS terjebak dalam citra kemenangan palsu di media sosial.
Dalam acara The Meeting Place, para panelis menilai Trump kehilangan kendali atas situasi tersebut.
Jurnalis Maxim Yusin bahkan menyindir bahwa Trump seolah sudah "diceburkan ke Selat Hormuz".
Yusin berpendapat Trump terlalu terobsesi dengan citra diri di media sosial.
Meski sering melontarkan ancaman agar tidak terlihat lemah, Trump dianggap sebenarnya sedang mencari jalan keluar.
"Jangan fokus pada kata-katanya karena pernyataannya bisa berbalik 180 derajat," ujar Yusin dikutip Mirror.
Ia menambahkan bahwa Iran tidak akan membiarkan Trump keluar dari konflik ini dengan kepala tegak.
Yusin juga menyebut dunia saat ini seolah dipaksa mengikuti narasi virtual yang dibuat Trump.
"Tragedinya adalah seluruh dunia mulai hidup di dalam otak seorang pria tua yang pikun," tambahnya dengan pedas.
Baca Juga: Iran Sebut Donald Trump Terlalu Banyak Main Medsos dan Tidak Konsisten
Baca Juga: Demensia Donald Trump Memburuk? Psikolog Beri Peringatan Keras
Dampak Ekonomi dan Posisi Tawar Iran
Alexei Naumov, pakar dari Russian International Affairs Council, setuju bahwa Trump ingin menekan dampak ekonomi dari perang Iran.
Ia sangat menghindari kenaikan harga BBM. Kenaikan harga minyak dianggap akan memicu kemarahan pemilih di Amerika Serikat.
"Namun, hal yang paling tidak ia inginkan adalah penghinaan," kata Naumov.
Ia menilai Trump rela melakukan apa pun demi menjaga harga dirinya.
Di sisi lain, analis politik Andrey Sidorchik menekankan bahwa Iran tidak memiliki alasan untuk bernegosiasi.
Menurutnya, Teheran bertindak benar dengan tetap pada pendirian mereka tanpa membantu Trump "menyelamatkan muka".
Rencana Pertemuan di Pakistan
Sementara itu, Gedung Putih menyatakan utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dijadwalkan mendarat di Pakistan pada Sabtu ini.
Agenda utamanya adalah memulai kembali negosiasi dengan Iran.
Namun, pihak Iran justru membantah rencana tersebut. Juru bicara kementerian luar negeri Iran menegaskan tidak ada pertemuan langsung yang dijadwalkan antara pihak Iran dan Amerika Serikat.*
Sumber : mirror