PONTIANAK POST – Donald Trump menyebut jabatan Presiden AS sebagai profesi yang sangat berbahaya.
Hal ini ia sampaikan usai insiden penembakan saat acara White House Correspondents' Dinner.
Trump membandingkan risiko pekerjaannya dengan pembalap mobil. Menurutnya, hanya 0,1 persen pembalap tewas di lintasan, sementara peluang presiden dibunuh mencapai 5,8 persen.
Baca Juga: Cole Thomas Allen, Pelaku Penembakan di Acara Trump Ternyata Pernah Jadi Guru Teladan
Risiko Menjadi Presiden AS
"Ini adalah profesi yang berbahaya," ujar Trump kepada pers. Ia menambahkan bahwa ancaman kekerasan terhadap dirinya merupakan bagian dari pekerjaan.
Trump menilai dunia adalah tempat yang penuh kekerasan. "Saat Anda memberikan dampak besar, mereka akan mengincar Anda," tegasnya dilansir Mirror.
Terkait pelaku, Trump menyatakan detail identitas dan motif akan segera dirilis. Namun, ia memastikan situasi berhasil dikendalikan dengan sangat baik.
Baca Juga: Donald Trump dan Melania Dievakuasi, Ada Suara Tembakan di Jamuan Wartawan
Ia memuji kesigapan tim Secret Service di lokasi. Trump meyakini penembak tidak sempat mendekati ruang dansa tempatnya berada.
Suasana Pasca-Insiden
Acara makan malam tersebut sempat terhenti akibat gangguan keamanan. Meski begitu, Trump tetap memperhatikan detail para tamu yang hadir.
"Saya melihat begitu banyak tuksedo dan gaun yang indah," pungkasnya di hadapan wartawan. (*)
Editor : Uray Ronald