PONTIANAK POST - Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak pembukaan kembali Selat Hormuz. Langkah ini dinilai perlu guna mengatasi krisis perdagangan global yang kian memburuk.
Pernyataan tersebut muncul di tengah mandeknya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Guterres meminta semua pihak segera mengakhiri blokade jalur laut tersebut.
"Saya menyerukan kepada para pihak: Buka Selat Hormuz. Biarkan kapal melintas tanpa biaya dan diskriminasi," ujar Guterres, Senin (27/4) dilansir Anadolu.
Seruan ini disampaikan dalam debat tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB mengenai keamanan maritim. Guterres menegaskan pentingnya membiarkan ekonomi global kembali "bernapas".
Baca Juga: Ketegangan Selat Hormuz: Kapal Kontainer Ditembaki Iran, Anjungan Rusak Parah, Kru Selamat
Dampak Serangan Militer terhadap Pasokan Energi
Selat Hormuz merupakan jalur bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Gangguan besar terjadi sejak awal Maret akibat serangan AS dan Israel ke Iran.
Serangan gabungan tersebut diluncurkan pada 28 Februari 2024 lalu. Meski saat ini perang sedang terhenti, upaya perdamaian permanen masih terus diusahakan.
Guterres menjelaskan bahwa gangguan pelayaran ini telah memukul ketahanan energi dan pasokan pangan global. Jalur ini dianggap sebagai salah satu titik kemacetan maritim paling kritis di dunia.
Ia berharap jalur logistik segera pulih agar distribusi komoditas penting tidak lagi terhambat. Kepastian keamanan di Selat Hormuz menjadi kunci stabilitas pasar internasional saat ini.(*)