PONTIANAK POST - Sebuah kapal supertanker milik Iran dilaporkan berhasil menghindari upaya blokade laut yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Kapal ini membawa minyak senilai hampir 220 juta dolar AS.
Mengutip Anadolu, lembaga pemantau TankerTrackers melaporkan kejadian tersebut pada hari Minggu (3/5).
Kapal raksasa ini mengangkut lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah menuju Timur Jauh.
Melintasi Perairan Indonesia
Kapal berkode "HUGE" ini merupakan milik National Iranian Tanker Company (NITC). Saat ini, kapal tersebut terdeteksi sedang bergerak melintasi perairan Indonesia di Selat Lombok.
Baca Juga: Iran Ultimatum AS: Deadline 1 Bulan untuk Akhiri Blokade dan Perang
Tujuannya mengarah ke Kepulauan Riau setelah sebelumnya terpantau di lepas pantai Sri Lanka.
Pergerakan ini menunjukkan kegagalan pemantauan ketat dari angkatan laut Amerika Serikat.
Taktik Menghindari Radar
Kapal supertanker tersebut dilaporkan menggunakan taktik khusus untuk mengelabui pantauan maritim.
Kapal ini tidak memancarkan sinyal Automatic Identification System (AIS) sejak 20 Maret lalu.
Sinyal terakhir tertangkap saat kapal meninggalkan Selat Malaka menuju Iran. Sejak saat itu, keberadaan kapal ini sulit dilacak secara konvensional oleh pihak berwenang.
Baca Juga: Donald Trump Tegaskan Blokade Pelabuhan Iran Tak Akan Dicabut Sebelum Ada Kesepakatan Damai
Laporan ini menjadi tamparan keras bagi efektivitas blokade laut yang selama ini digaungkan Washington.
Nilai muatan yang mencapai Rp3,4 triliun tersebut kini hampir sampai ke tujuannya.
Keberhasilan kapal "HUGE" menembus pengawasan menunjukkan celah besar dalam pengamanan maritim internasional.
Hingga kini, pergerakan kapal tersebut terus menjadi perhatian para pengamat geopolitik dunia.(*)
Editor : Uray Ronald