PONTIANAK POST – Sebanyak 15 anggota awak kapal MV Touska yang sempat disita Amerika Serikat akhirnya tiba kembali di Iran, Senin (4/5).
Kedatangan mereka menyusul pengumuman Pakistan untuk menyerahkan total 22 kru kapal kepada otoritas Teheran.
Langkah ini disebut sebagai upaya pembangunan kepercayaan antara Teheran dan Washington di tengah ketegangan Selat Hormuz.
Pakistan berperan penting dalam memfasilitasi proses diplomasi tersebut.
Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan Islamabad menyambut baik langkah positif ini demi perdamaian keamanan regional.
Baca Juga: Iran Kecam Donald Trump: Amerika Serikat Bangga Menjadi Perompak Kapal
Pihaknya berkomitmen untuk terus memfasilitasi dialog dan diplomasi antar kedua negara.
"Kami akan melanjutkan upaya mediasi guna menciptakan keamanan di wilayah tersebut," tulis pernyataan resmi Kemenlu Pakistan dilansir Anadolu.
Proses ini pun mendapatkan dukungan koordinasi langsung dari pihak Iran dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Iran Tuntut Pembebasan Kapal Touska yang "Dibajak" Amerika
Kronologi Penyitaan Kapal MV Touska oleh Pasukan AS
Komando Sentral AS (CENTCOM) menyebutkan telah memindahkan 22 kru kapal dari MV Touska ke Pakistan untuk repatriasi.
Sebelumnya, pasukan angkatan laut AS menyita kapal tersebut di Teluk Oman pada 19 April lalu.
Penyitaan terjadi karena kapal itu dilaporkan gagal mematuhi blokade pelabuhan Iran yang diberitahukan oleh pihak Washington.
Kapal berbendera Iran ini pun akhirnya ditarik dari jalur pelayaran strategis tersebut.
Baca Juga: Iran Balas Serang Kapal AS dengan Drone Usai Penyitaan Kapal TOUSKA
Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, menyatakan enam penumpang tambahan telah dipindahkan ke negara lain minggu lalu.
Pemindahan tersebut dilakukan lebih awal untuk proses pemulangan yang terpisah.
Sementara itu, kapal kontainer MV Touska akan dibawa ke perairan teritorial Pakistan untuk menjalani perbaikan.
Setelah selesai diperbaiki, kapal tersebut rencananya segera dikembalikan kepada pemilik aslinya.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara, Anadolu