Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Selat Hormuz Memanas: AS Serang 7 Kapal Cepat Iran dalam ‘Project Freedom’

Uray Ronald • Selasa, 5 Mei 2026 | 12:38 WIB
 Kapal tanker melintas di selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu).
 Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu).

 

PONTIANAK POST - Presiden Donald Trump menyatakan militer Amerika Serikat telah menyerang tujuh "kapal cepat" milik Iran di Selat Hormuz.

Langkah ini dilakukan saat Washington berupaya memandu kapal-kapal yang terjebak keluar dari jalur air yang terblokade tersebut.

Langkah pengawalan ini merupakan bagian dari misi yang disebut Trump sebagai "Project Freedom".

Salah satu kapal milik Maersk yang berbendera AS dilaporkan berhasil keluar dengan perlindungan militer.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, segera merespons klaim tersebut. Ia menegaskan bahwa krisis politik ini tidak memiliki solusi militer.

Baca Juga: AS Luncurkan Operasi Pembebasan Kapal di Selat Hormuz, Iran Protes Keras Langgar Gencatan Senjata

Araghchi secara sinis menyebut misi AS tersebut bukan sebagai kesuksesan. "Project Freedom adalah Project Deadlock (jalan buntu)," tegasnya, dilansir BBC.

Selat Hormuz telah terblokade sejak serangan udara AS dan Israel ke Iran pada Februari lalu.

Baca Juga: Kapal Tanker Raksasa Iran Lolos Blokade AS, Sempat Lewat Selat Lombok dan Kepri

Jalur ini sangat vital karena dilewati 20 persen pasokan minyak dunia.

Teheran membalas serangan tersebut dengan menutup jalur air tersebut. Akibatnya, sekitar 20.000 pelaut di 2.000 kapal terjebak selama berbulan-bulan.

Baca Juga: 15 Awak Kapal MV Touska Kembali ke Iran Lewat Mediasi Pakistan-Amerika Serikat

Selain insiden kapal cepat, Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan serangan terhadap terminal minyak Fujairah. 

Kebakaran hebat terjadi di pelabuhan tersebut setelah adanya serangan dari pihak Iran.

Otoritas UEA menyebut mereka berhasil menghalau belasan rudal balistik dan drone.

Namun, tiga warga negara India dilaporkan terluka akibat insiden di pelabuhan tersebut.

Media pemerintah Iran sempat membantah klaim Trump mengenai serangan kapal cepat tersebut. 

Mereka menyebut bahwa yang terkena serangan adalah dua kapal kargo sipil.

Kabar ketegangan terbaru ini langsung memicu reaksi pasar global. Harga minyak mentah Brent melonjak melampaui $115 per barel atau naik lebih dari 5 persen.(*)

Editor : Uray Ronald
#Project Freedom #Maersk #Krisis Iran #selat hormuz #donald trump