PONTIANAK POST – Pejabat militer senior Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk menargetkan Uni Emirat Arab (UEA).
Pernyataan ini muncul usai laporan serangan terhadap fasilitas minyak di Fujairah pada Senin (4/5).
Melansir Anadolu, media pemerintah Iran IRIB, menyampaikan bantahan ini dengan maksud meredam spekulasi keterlibatan Teheran.
Pihak Iran mengklaim tidak ada agenda militer yang diarahkan langsung kepada wilayah UEA.
Ledakan Drone Picu Kebakaran Hebat
Meski ada bantahan dari Teheran, otoritas UEA melaporkan terjadinya kebakaran besar di Zona Industri Minyak Fujairah.
Baca Juga: Selat Hormuz Memanas: AS Serang 7 Kapal Cepat Iran dalam ‘Project Freedom’
Kebakaran tersebut dipicu oleh serangan pesawat tanpa awak (drone) yang diduga diluncurkan dari Iran.
Tim pertahanan sipil segera dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang berkobar.
Insiden ini mengakibatkan sedikitnya tiga orang mengalami luka ringan dan kerusakan fasilitas.
Baca Juga: AS Luncurkan Operasi Pembebasan Kapal di Selat Hormuz, Iran Protes Keras Langgar Gencatan Senjata
Intersepsi Rudal Jelajah di Wilayah UEA
Kementerian Pertahanan UEA juga melaporkan adanya empat rudal jelajah yang ditembakkan ke arah negara tersebut.
Beruntung, sebagian besar rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara sebelum mencapai target.
Ketegangan regional ini merupakan kelanjutan dari eskalasi yang dipicu serangan AS dan Israel pada Februari lalu.
Sejak saat itu, gangguan keamanan di Selat Hormuz terus membayangi stabilitas kawasan.
Baca Juga: Kapal Tanker Raksasa Iran Lolos Blokade AS, Sempat Lewat Selat Lombok dan Kepri
Situasi saat ini terjadi di tengah masa gencatan senjata yang sempat disepakati pada 8 April.
Mediasi yang dilakukan Pakistan di Islamabad sebelumnya gagal menghasilkan kesepakatan permanen bagi kedua pihak.
Presiden AS Donald Trump diketahui memperpanjang masa gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu yang jelas.
Namun, insiden terbaru di Fujairah mengancam keberlangsungan perdamaian sementara di wilayah Teluk tersebut.*
Editor : Uray Ronald