Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: WHO Sebut Tak Berpotensi Jadi Pandemi

Uray Ronald • Kamis, 7 Mei 2026 | 23:37 WIB
Hantavirus yang terdeteksi di sebuah kapal pesiar disebut tidak akan berkembang menjadi epidemi besar.(Anadolu)
Hantavirus yang terdeteksi di sebuah kapal pesiar disebut tidak akan berkembang menjadi epidemi besar.(Anadolu)

 

PONTIANAK POST - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan bahwa wabah Hantavirus yang terdeteksi di sebuah kapal pesiar tidak akan berkembang menjadi epidemi besar.

Pihak WHO menegaskan bahwa situasi ini sangat berbeda dengan awal mula pandemi Covid-19.

Direktur Operasi Siaga Darurat Kesehatan WHO, Abdirahman Mahamud, menyebut kejadian ini terlokalisasi pada lingkungan tertentu.

Interaksi jarak dekat dalam waktu lama di kapal tersebut menjadi faktor utama penularan yang sangat spesifik.

Perbedaan Hantavirus dengan Covid-19

Mahamud menyatakan pihaknya tidak mengantisipasi adanya rantai penularan lanjutan yang luas di masyarakat. Hingga saat ini, tercatat ada lima kasus terkonfirmasi yang melibatkan virus Andes, salah satu galur Hantavirus.

“Ini bukan SARS-CoV-2. Ini bukan awal dari pandemi Covid,” tegas Maria Van Kerkhove, Direktur Kesiapsiagaan Pandemi WHO.

Ia menjelaskan bahwa cara penularan Hantavirus tidak semudah virus korona yang menyebar melalui udara secara masif.

Sebagian besar Hantavirus menular melalui tikus, baik lewat air liur, urine, maupun kotorannya. Penularan antarmanusia termasuk kasus yang sangat jarang terjadi dan hanya mungkin melalui kontak sangat dekat.

Baca Juga: Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Dua Tewas dan Kru Kritis

Pemantauan Ketat dan Riwayat Perjalanan

WHO menyarankan agar kasus terkonfirmasi tetap diisolasi, sementara mereka yang terpapar wajib menjalani pemantauan selama 42 hari.

Setiap negara anggota memiliki protokol berbeda, mulai dari karantina institusional hingga pemantauan harian oleh tenaga kesehatan.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan bahwa dua kasus pertama memiliki riwayat perjalanan ke Argentina, Chile, dan Uruguay.

Mereka sempat mengunjungi lokasi pengamatan burung yang dihuni tikus pembawa virus Andes sebelum naik ke kapal.

Baca Juga: Waspada Virus Hanta, Penularan dari Debu Urin Tikus Bisa Picu Gagal Napas Mematikan dengan Risiko Kematian Tinggi

Risiko Kesehatan di Kepulauan Canaria Tetap Rendah

Saat ini, kapal pesiar tersebut sedang berlayar menuju Kepulauan Canaria, Spanyol.

WHO telah menginformasikan hal ini kepada 12 negara yang warga negaranya sempat turun dari kapal di Saint Helena, termasuk Singapura dan Amerika Serikat.

Meskipun kapal terus bergerak, WHO menyatakan risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan tetap rendah.

Begitu pula dengan risiko bagi penduduk di Kepulauan Canaria yang menjadi tujuan kapal tersebut selanjutnya.*

Editor : Uray Ronald
#Hantavirus Kapal Pesiar #Berita WHO Terbaru #Virus Andes #Kesehatan Dunia #Epidemi Hantavirus.