Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Amerika dan Iran Saling Serang di Selat Hormuz, Trump: Gencatan Senjata Masih Berlaku  

Uray Ronald • Jumat, 8 Mei 2026 | 22:51 WIB
Ilustrasi - Selat Hormuz. (ANTARA)
Ilustrasi - Selat Hormuz. (ANTARA)

 

PONTIANAK POST – Gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali berada di ujung tanduk setelah kedua negara saling melancarkan serangan di kawasan Selat Hormuz, Kamis (7/5) malam waktu setempat.

Insiden itu menjadi ujian paling serius sejak kesepakatan penghentian konflik diberlakukan sebulan lalu.

Iran menuduh militer Amerika melanggar gencatan senjata dengan menyerang dua kapal di Selat Hormuz serta membombardir wilayah sipil di pesisir selatan negara itu.

Sebaliknya, Washington menyatakan serangan dilakukan sebagai balasan atas aksi militer Teheran terhadap kapal perang Amerika.

Dilansir The Guardian, Komando Pusat Militer Amerika Serikat menyebut pasukan Iran meluncurkan rudal, drone, dan kapal kecil ke arah tiga kapal perusak AS yang melintas di Selat Hormuz.

Tiga kapal tersebut, yakni USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason. Komando Pusat Amerika dalam keterangannya membantah adanya fasilitas Amerika yang terkena martir dari Iran.

Baca Juga: Konflik Selat Hormuz: Iran Serang Kapal Destroyer AS dengan Rudal dan Drone

Washington mengklaim langsung menghancurkan ancaman yang masuk serta menyerang fasilitas militer Iran yang disebut menjadi sumber peluncuran rudal dan drone.

Iran membantah tuduhan tersebut. Juru bicara militer Iran Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari  menyebut Amerika justru lebih dulu menyerang kapal tanker minyak Iran dan satu kapal lain yang memasuki Selat Hormuz.

“Militer AS yang agresif dan bertindak seperti perompak telah melanggar gencatan senjata,” ujarnya.

Iran juga menuduh Amerika menyerang kawasan sipil di Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm. Wilayah itu diketahui menjadi lokasi permukiman warga dan fasilitas desalinasi air.

Teheran mengklaim serangan balasan terhadap kapal perang Amerika menyebabkan kerusakan signifikan.

Baca Juga: Aturan Transit Baru Selat Hormuz Mulai Dipatuhi Kapal Niaga, Klaim Militer Iran 

Meski ketegangan meningkat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap menegaskan gencatan senjata masih berlaku. Dia menyebut insiden tersebut hanya sebagai “love tap” atau serangan kecil.

“Mereka mengganggu kami hari ini dan kami menghancurkan mereka,” kata Trump kepada wartawan di Washington. 

Menurut dia, peluang tercapainya kesepakatan damai permanen masih terbuka. “Saya percaya mereka lebih membutuhkan kesepakatan dibanding saya,” imbuhnya. (lyn/gas)

Editor : Uray Ronald
#Konflik AS Iran #Kapal Perusak AS #selat hormuz #donald trump #gencatan senjata