PONTIANAK POST – Militer Iran mengancam akan memperluas operasi tempur ke medan pertempuran baru. Langkah ini akan diambil jika Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali melancarkan agresi militer terhadap wilayah mereka.
Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, menegaskan bahwa musuh akan menghadapi metode perang yang tidak terduga. "Jika musuh kembali salah perhitungan, mereka pasti menghadapi metode baru," tegas Akraminia, Minggu (10/5) dikutip Antara.
Akraminia menjelaskan bahwa strategi tersebut mencakup penggunaan peralatan militer yang lebih canggih. Selain itu, Iran telah menyiapkan metode peperangan baru yang melampaui perhitungan lawan.
Perang ini diprediksi akan menjangkau titik-titik yang tidak masuk dalam rencana operasional musuh. "Perang akan mencapai tempat-tempat yang tidak dapat diperkirakan musuh," tambah juru bicara tersebut.
Baca Juga: Pangkalan Militer Rahasia Israel di Irak Terungkap, Khusus untuk Operasi Udara Lawan Iran
Selama masa gencatan senjata dengan AS, Iran mengklaim terus memperkuat kemampuan militernya. Mereka memperbarui daftar target, menyesuaikan pelatihan tempur, serta memperbaiki persenjataan defensif dan ofensif.
Iran juga dilaporkan telah melakukan pengerahan ulang pasukan yang diperlukan. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi berakhirnya masa gencatan senjata yang sempat disepakati sebelumnya.
Ancaman Balasan IRGC di Lautan
Selain pernyataan Akraminia, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga memberikan peringatan keras. Mereka membidik kapal-kapal serta pusat militer Amerika Serikat yang berada di kawasan tersebut.
"Setiap agresi terhadap kapal tanker dan kapal dagang Iran akan dibalas dengan serangan kuat," tulis Angkatan Laut IRGC melalui media sosial X.
Baca Juga: Pakar Sebut Iran Mampu Bertahan dari Blokade Laut AS Selama Berbulan-bulan
Ketegangan ini meningkat setelah AS mulai melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Padahal, kedua negara sempat mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April lalu.
Meskipun perundingan lanjutan di Islamabad berakhir buntu, para mediator internasional masih berupaya mengatur jadwal pertemuan baru. Tujuannya guna mencegah kembalinya permusuhan terbuka di kawasan tersebut.(ant)
Editor : Uray Ronald